SIJORIKEPRI.COM, BATAM — Menggelegar suara itu begitu gamblangnya. Sungguh jelas terdengar di telinga, tanpa ada keraguan dalam penyampaiannya. Menggetarkan jiwa. Menyentuh kalbu, bagi siapa saja yang mendengarkan isi ceramahnya.
Tidak ada ujaran kebencian disana. Tidak ada kata sara diungkapkannya. Semua begitu jelas terdengar penuh makna. Makna ajaran agama yang sempurna. Kebersamaan atau persatuan itu telah diajarkan oleh agama.
“Saling membantu, saling tolong menolong dan akhirnya saling sayang menyayangi dan juga saling cinta mencintai. Hal itu akan menjadikan kita semuanya hidup dalam keberkahan Allah SWT. Amin,” kata Al Habib Zaki, Minggu, (21/10/2017).
“Kita semua mesti bersatu. Tidak boleh bercerai berai. Harus berpegang teguh dalam tali Allah SWT. Hal ini sudahlah disampaikan di dalam ayat dengan jelas dan gamblang juga dengan terang benderang,” tegasnya.
“Hai umat Nabi Muhammad, berpegang teguhlah engkau dalam tali Allah SWT. Dalam agama Allah SWT, dalam ayat-ayat suci Allah SWT. Dalam aturan Allah SWT. Tali Allah SWT yaitu Al Qur’an. Begitu,” kata Habib Zaki.
“Kalau kita semua bersatu, maka Allah SWT akan menolong kita. Allah SWT harus ada selalu di dada kita. Kita jangan bercerai berai, sehingga kita tidak punya kewibawaan. Mudah orang hancurkan kita,” katanya.
“Jangan biarkan orang lain mencabut kecintaan kita kepada Al Qur’an dari dada kita. Janganlah para pemuda jauh dari Al Qur’an. Kalau pemudanya sudah jauh dari Al Qur’an, maka hancurlah kita semua,” nasehatnya lagi.
“Indonesia umat Islam-nya banyak, bahkan terbanyak di dunia. Masjidnya banyak. Pesantrennya banyak. Ulamanya banyak. Ustadnya banyak. Dan sayangnya, maling juga banyak. Koruptor banyak pula,” kata Habib Zaki.
“Negerinya subur makmur. Minyak ada. Emas ada. Sungguh sangatlah luar biasa Indonesia ini. Semuanya serba ada. Tapi kenapa ya kemiskinan itu masih ada. Karena tidak dekat dengan Allah SWT,” tegas Habib Zaki.
“Indonesia ini belakangnya surga. Minyak, emas, semua ada. Freeport itu penggali emas terbesar. Tapi kenapa ya negeri kita ini menjadi seperti ini. Kemiskinan ada dimana-mana. Ada apa dengan negeri ini,” tanyanya.
“Karena tidak taat kepada Allah SWT. Coba itu negeri Arab, gersang. Tapi Arab adil makmur. Karena taat kepada Allah SWT. Terus tidak ada benci kepada para ulama. Mereka itu cinta ulama,” tambahnya mencontohkan
“Ingat ! Negeri kita bisa merdeka karena ada juga perjuangan ulama didalamnya. Santrinya juga berjihad. Sungguh para ulama ini luar biasa perjuangannya. Ulama adalah pewaris Nabi. Itu kata Nabi,” tegasnya.
“Hati-hati kalau negeri ini sudah tidak ada lagi cinta kepada para ulama, Negeri ini tidak akan makmur. Jangan ada kebencian kepada para ulama. Menabuh perang pada Allah SWT namanya kalau benci ulama,” katanya.
“Jangan bikin berita Hoax terkait ulama, hati-hati. Jangan kriminalisasi ulama. Sekarang orang lebih cinta kepada para pejabat, kepada dewan daripada ulama. Bahkan benci pula kepada ulama,” kata Habib Zaki.
“Yuuuk kita himpun kebersamaan dan persatuan. Tidak boleh ada benci membenci. Janganlah terpecah belah karena hal-hal yang tidak penting. Kita jangan debat kusir tiada guna. Kita harus bersatu,” ajak Habib Zaki.
“Jangan saling usik. Jangan saling ganggu. Mari jaga persatuan. Junjung kebersamaan. Plester mulut kita, kalau nggak suka sesuatu. Jangan kelahi. Orang sudah buat rumah di bulan, kita masih kelahi. Jangaaan,” ujarnya.
Semua Hal baik tersebut di sampaikan oleh Al Habib Zaki Bin Ali Alaydrus. Pimpinan Majelis Sholawat Liwaaul Habib – Bandung di Yayasan Al Ishlah Mangsang, Sungai Beduk. (SK-Nda)













