– Dan Kecam 45 Anggota DPRD Kepri.
SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Masyarakat yang terhimpun dalam Forum Keprihatinan Masyarakat Peduli Kepri (FKMPK), mengecam 45 anggota DPRD Provinsi Kepri, yang tidak hadir dalam dialog terbuka yang mereka gagas, Minggu, (11/03/2018), di Comfort Hotel, Jalan Adi Sucipto, Batu 9, Tanjungpinang, dimulai pukul 09.00 WIB.
Padahal, selain diundang secara tertulis, mereka juga diundang melalui telpon. ”Inilah wakil rakyat Kepri yang kita banggakan selama ini. Jangankan mendukung aspirasi warga, hadir pun tidak mau bersama kita. Sungguh, prilaku aneh yang digambarkan wakil rakyat Kepri,” tegas Ketua FKMPK, Andi Cori Fatahuddin, usai dialog terbuka.
Kendati ada beberapa orang anggota dewan yang menyatakan tidak bisa hadir, Andi Cori menyatakan tetap saja mereka tidak berada di tengah masyarakat.
Dalam dialog, yang berjalan tertib dan lancar ini, banyak komentar dari warga yang tercetus. Salah satu dari Rona Andaka, utusan partai politik. Pria ini dengan lantang berujar, kinerja Nurdin Basirun sebagai Gubernur Kepri jangan sesuka hati saja. Apalagi, kekurangannya memimpin dikaitkan pemimpin Kepri sebelumnya.
”Masyarakat tidak menginginkan Gubernur Nurdin menyalahkan pemimpin sebelumnya. Yang lama biarkan dengan kelebihan dan kekurangannya. Jangan ada istilah cuci piring, karena hal ini melukai hati masyarakat Kepri,” kata Rona, disambut yel-yel masyarakat yang memadati ruangan hotel.
Dengan ada istilah “CUCI PIRING”, sama saja gubernur Nurdin menyalahkan pemimpin Kepri sebelumnya. Yakni almarhum Sani dan Soerya Respationo.
”Kami ini anak ayah Sani. Sebagai anak ayah, kami tidak terima Gubernur Nurdin berkata beliau hanya mencuci piring,” katanya.
Warga lainnya, Izal, ikut angkat bicara terkait istilah “CUCI PIRING” ala Gubernur Nurdin.
”Pak Nurdin harus memahami, pengangkatan beliau jadi Gubernur Kepri berkat berpasangan dengan almarhum Pak Sani. Jasa beliau banyak sekali dalam karir dan jabatan Nurdin Basirun. Jika Pak Nurdin memakai istilah cuci piring, apakah hal ini tidak berlebihan? ,” katanya.
Sementara itu, Tokoh masyarakat Kepri, Huzrin Hood, mengatakan, pihaknya menyambut positif dialog terbuka ini. Dan ia siap berada di depan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.
”Jika dalam pemerintahan ada yang keliru, jangan hanya Gubernur atau pejabatnya saja yang disalahkan. Kita harus menyorot lembaga DPRD. Dua pihak ini, sama-sama berperan menetapkan arah dan program pembangunan,” katanya. (zek)








