Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
LINGGA

Masyarakat Lingga Mulai Keluhkan Tingginya Harga Beras dan Gula

×

Masyarakat Lingga Mulai Keluhkan Tingginya Harga Beras dan Gula

Sebarkan artikel ini

LINGGA (SK) — Masyarakat dari golongan menengah ke bawah di Lingga, mulai mengeluhkan harga kebutuhan bahan pokok, Beras dan Gula terus mengalami kenaikan. Bahkan, hampir setiap minggu kedua bahan pokok ini mengalami kenaikkan. Tentu saja bagi masyarakat dengan penghasilan yang pas-pasan kenaikan bahan kebutuhan ini sangat memberatkan mereka. Hendaknya hal ini perlu perhatian serius dari pemerintah daerah melalui dinas terkait mencari solusi untuk mengatasinya.

Nazar, salah seorang pedagang yang memiliki kedai kelontong, mengaku tidak dapat berbuat banyak dalam hal ini, karena dari membelinya saja harganya sudah tinggi. Bagaimana kita dapat menjualnya seperti biasa. Beras yang biasanya dengan harga Rp10 ribu, saat ini terpaksa dijual dengan harga Rp12,500. Dan ada juga pedagang yang menjualnya Rp13 ribu, sementara untuk harga Gula saat ini Rp13 ribu per kilonya.

Geser Untuk Lanjutkan Baca Berita
Geser Untuk Lanjutkan Baca Berita

“Untuk satu karung beras 25 Kg, harganya sudah mencapai Rp 300 ribu per karungnya, itu harga beras yang umum dimakan masyarakat. Kalau harga beras dengan kualitas bagus lebih mahal lagi,” ucapnya. Kepada Sijori Kepri, Selasa, (3/11/2015).

BACA JUGA :  Pemuda Pancasila dan Srikandi Sambangi Keluarga Pejuang Lingga

Kenaikan bahan pokok Beras dan Gula ini, katanya lagi, dikarenakan pasokan beras dan gula sangat terbatas. Bahkan, di beberapa gudang beras dan gula, Stok untuk kedua bahan pokok tersebut saat ini telah mulai menipis.

BACA JUGA :  Dua Perairan di Lingga Disiapkan Jadi Pusat Budidaya Timun Laut

“Kebutuhan beras kita memang mengandalkan dari Batam dan Tanjungpinang. Dari Jambi juga ada, namun, masuk lama dan harganya pun cukup tinggi,” terangnya.

Sementara itu, Herman, salah seorang masyarakat Dabo, menyampaikan, naiknya harga kebutuhan pokok beras dan gula tentu saja membuat masyarakat sangat resah dan panik. Apalagi jika mengingat kondisi perekonomian masyarakat di Kabupaten Lingga saat ini sangat tidak kondusif, dikarenakan tidak adanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

BACA JUGA :  Pedagang Dadakan Mengaku Sepi Pembeli

“Dengan keadaan Lingga yang saat ini mengalami Defisit, dan tidak adanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat, sudah cukup menyulitkan masyarakat. Di tengah-tengah itu semua, malah beras dan gula naik,” ungkapnya. (SK-Pus)

LIPUTAN LINGGA : PUSPANDITO
EDITOR : RUSMADI

Beras yang saat ini naik cukup tinggi di Kabupaten Lingga.(Foto : PUSPANDITO)
Beras yang saat ini naik cukup tinggi di Kabupaten Lingga. (Foto : PUSPANDITO)