MERANTI – Tim gabungan dari Polres Kepulauan Meranti berhasil menggagalkan upaya penyelundupan kayu ilegal di perairan Selat Ringgit, Desa Tanjung Peranap, Kecamatan Tebing Tinggi Barat. Dalam operasi yang berlangsung Selasa (3/6/2025) dini hari, petugas mengamankan satu unit kapal KM Tuah Reza yang membawa 25 ton kayu olahan tanpa dokumen resmi.
“Ya, benar Tim gabungan Polres Meranti berhasil mengamankan satu unit kapal dan barang bukti 25 ton kayu ilegal logging yang akan dibawa ke Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau,” ungkap Kapolres Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi SH SIK MH, didampingi Kasat Reskrim Polres Meranti, AKP Roemin Putra, S.H., M.H.
Kapolres menjelaskan, operasi ini bermula dari informasi yang diterima tim pada Senin malam (2/6/2025) sekira pukul 23.00 WIB, mengenai rencana pengeluaran kayu olahan hasil illegal logging dari wilayah Kepulauan Meranti.
Menindaklanjuti informasi tersebut, tim gabungan dari Satpolairud dan Satreskrim bergerak menggunakan speed boat menyusuri perairan Desa Kampung Balak dan Selat Ringgit.
Keesokan harinya, Selasa (3/6/2025) sekira pukul 05.30 WIB, tim melihat sebuah kapal sarat muatan tengah berlayar menuju perairan Selat Air Hitam, Desa Mengkikip. Petugas langsung melakukan pengejaran.
Setelah berhasil dihentikan dan diperiksa, kapal diketahui bernama KM Tuah Reza dengan muatan tumpukan kayu olahan seberat 25 ton. Nahkoda kapal berinisial JI (41) dan anak buah kapal RO (27) langsung diinterogasi di lokasi.
Dari pemeriksaan awal, diketahui bahwa kayu olahan tersebut akan dikirim ke Tanjung Balai Karimun. Namun, kayu-kayu itu tidak dilengkapi surat keterangan sah.
Berdasarkan keterangan JI dan RO, kapal dan seluruh muatan merupakan milik seseorang berinisial AD.
Seluruh barang bukti, beserta nahkoda dan ABK, langsung diamankan dan dibawa ke Kantor Unit Patroli Polres Kepulauan Meranti guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.
Penindakan ini menjadi peringatan keras terhadap praktik illegal logging yang tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga melanggar hukum dan mengancam keberlanjutan sumber daya alam di wilayah Kepulauan Riau. ***














