BATAM – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad menegaskan bahwa kebutuhan telur di Kepri hingga kini masih sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah, khususnya Sumatera Utara. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri kegiatan Misi Dagang dan Investasi antara Provinsi Jawa Timur dan Kepulauan Riau di Ballroom Wyndham Hotel Panbil Batam, Senin (8/12/2025).
Dalam paparannya, Ansar menyebut kebutuhan telur masyarakat Kepri mencapai 2,5 juta butir per hari. Namun, keterbatasan lahan yang hanya 1,9 persen dari luas wilayah membuat produksi telur lokal belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut.
“Bayangkan, Kepri ini setiap hari membutuhkan rata-rata 2,5 juta butir telur, yang sebagian besar didatangkan dari Sumatera Utara,” ujar Ansar.
Ansar menyampaikan bahwa mulai tahun depan produksi telur dari Jaffa di Pulau Bintan diharapkan mampu memenuhi 50–60 persen kebutuhan harian Kepri.
Hal ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan pasokan dari luar provinsi.
Ia mengungkapkan bahwa banjir yang melanda sejumlah wilayah Sumatera beberapa waktu terakhir turut mengganggu kelancaran distribusi telur ke Kepri.
Kondisi tersebut memperkuat urgensi bagi pemerintah daerah untuk memperbesar kapasitas produksi dalam wilayah.
Selain kebutuhan masyarakat, Ansar menekankan pentingnya stabilitas komoditas pangan untuk mendukung sektor pariwisata.
“Keberlanjutan pasokan komoditas sangat penting untuk menjaga kualitas layanan pariwisata,” tegas Ansar, mengingat Kepri kini berada di posisi tiga besar destinasi wisata mancanegara. ***














