“Sejak ekspolitasi minyak di daerah ini dari produksi 67 Barel hingga tersisa 5 ribu Barel jika tidak bisa memenuhi pasokan gas untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat sangat terlalu. Meski kebutuhan gas yang diperlukan sangat kecil, namun akan memberikan manfaat yang besar terhadap masyarakat,” ucap Bupati.
“Semoga ini bisa menjadi kado terindah bagi masyarakat saat peringatan HUT RI bulan Agustus yang akan datang,” harapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Meranti, H Khalid Ali. Dikatakan Khalid, momen ini sudah ditunggu masyarakat sejak tahun 86 dan kini jika tidak ada aral melintang segera dapat diwujudkan. Iapun mengucapkan terima kasih kepada pihak PT. Malacca Strait dan PLN Riau-Kepri.
Seperti diberitakan sebelumnya, Masalah Elektrifikasi menjadi salah satu perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, dalam hal ini Bupati Drs. H. Irwan M.Si untuk dituntaskan, agar tidak ada lagi masyarakat yang tidak dapat menikmati Listrik PLN di wilayah Kabupaten termuda di Riau tersebut.
Dengan peningkatan Elektrifikasi tersebut, diyakini mampu mendorong tumbuhnya sektor perekonomian masyarakat yang berdampak pada peningkatan kesehahteraan masyarakat mulai dari Kota hingga pedesaan.
Bupati Meranti Drs. H. Irwan M.Si, kini mencoba menyelesaikan masalah pasokan kebutuhan Gas untuk menghidupkan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) yang berada di Desa Bagan Melibur Pulau Padang Kecamatan Merbau berkapasitas 1.840 KW, agar mampu bekerja pada beban puncak sebesar 1.890 KW.
Dari data yang ada alokasi Gas untuk Pembangkit listrik PLTMG PLN listrik di Pulau Padang, Kabupaten Kepulauan Meranti sebesar 0,4-0,42 BBTUD yang dapat menghasilkan daya 1.840 Kw.
Berdasarkan data dari PLN Unit Induk Wilayah (UIP) Riau dan Kepri kebutuhan listrik beban puncak untuk masyarakat Pulau Padang membutuhkan daya sebesar 1.890 KW. Artinya masih terjadi defisit 50 KW. Sebagai solusi untuk mencukupi data listrik di Pulau Padang tersebut perlu dilakukan Penambahan Gas sebesar 0,05 BBTUD.
Akibatnya Listrik PLN di wilayah Pulau Padang harus dilakukan pemadaman bergilir karena daya yang tersedia akibat keterbatasan pasokan Gas tidak mampu melayani kebutuhan listrik masyarakat, khususnya pada saat menhadapi beban puncak.
Untuk mengatasi masalah ini, dalam pertemuan Bupati Kepulauan Meranti dengan managemen PT. EMP berharap kepada perusahaan minyak dan gas yang beroperasi di Pulah Padang itu dapat memenuhi kebutuhan pasokan Gas untuk pembangkit PLTMG Pulau Padang di Melibur sebesar 0,05 BBTUD sehingga dari 0,42 menjadi 0,47 BBTUD.
Menanggapi permintaan Bupati tersebut, disambut baik oleh General Manager PT. EMP Malacca Strait, Kelik Rudi S. Dikatakan Kelik, PT. EMP siap menambah alokasi Gas yang diusulkan oleh Pemkab Meranti.














