”Dalam logo Sanggar dilambangkan dengan alat seni Angklung, Seruling Bambu, Selendang Tari dan Padi. Kelima Unsur dalam lambang Sanggar tersebut memiliki arti yang sangat Istimewa,” kata Toto Sucipto, yang sehari-hari menjabat Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Provinsi Kepri.
Secara terpisah, Wakil Ketua Paguyuban Pasundan Kota Tanjung Pinang, Mayor Laut (T) Arief Gunawan, memberikan apresiasi kepada Ketua Sanggar Paraguna, Pengurus dan Warga Sunda di Tanjungpinang, yang telah peduli dan meluangkan waktu untuk ikut melestarikan Nilai Budaya Indonesia, khususnya Sunda.
”Semoga dengan berdirinya sanggar ini, Paguyuban Pasundan Kota Tanjung Pinang menjadi lebih eksis,” katanya.
Acara peresmian Ini diawali dengan Pembukaan, Doa, sambutan Ketua Paguyuban Pasundan Kota Tanjung Pinang, Penyerahan Akte Pendirian, Penyerahan Pataka Sanggar Seni, Sambutan Kepala BPNB Kepulauan Riau, pemotongan tumpeng dilanjutkan ramah tamah sebagai acara penutup.
Sanggar Seni Sunda Paraguna ini dipimpin oleh Uus Kusdinar, selaku Ketua Umum. Sanggar ini memiliki sumber daya seni yang cukup banyak, seperti Rampak Sekar, Calung, Jaipongan, Angklung, Degung, Sisingaan dan yg paling apik adalah adanya Upacara Adat Sunda yang dikemas dalam sebuah acara Tradisi Penyambutan Khas Sunda. (Wak Dar)








