[smartslider3 slider=”20″]
TANJUNG PINANG — Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, berharap agar jalan yang mengintegrasikan Pelantar 1 dan Pelantar 2 Tanjung Pinang ini segera bisa beroperasi, dan diharapkan akan berdampak terhadap peningkatan ekonomi di Ibukota Provinsi Kepulauan Riau.
“Sebagaimana kita ketahui, kawasan Pelantar 1 dan 2 ini adalah pusat ekonomi di Tanjung Pinang sejak lama. Kawasan ini salah satu akses keluar masuk barang, baik dari maupun menuju Tanjung Pinang. Tentu harus dilakukan penataan agar peran kedua kawasan ini harus ditingkatkan,” kata Gubernur Ansar, kemarin.
Ansar kembali menegaskan, jika integrasi Pelantar 1 dan 2 merupakan bagian dari penataan kawasan Kota Lama Tanjung Pinang.
“Upaya penataan kawasan Kota Lama Tanjung Pinang ini menjadi bagian dari penataan kawasan Kota Lama lain yang telah dilakukan. Selain tertata, integrasi kedua pelantar ini akan memperlancar arus orang dan barang,” ujar mantan Bupati Bintan dua periode ini.
Untuk diketahui, 2 kawasan yang menjadi jalur keluar masuknya barang dari dan menuju Tanjung Pinang ini telah terhubung sejak akhir Desember 2022 lalu, mendapat sambutan baik dari warga serta pelaku ekonomi yang selama ini menggunakan jasa dermaga pelabuhan di kawasan tersebut.
Warga Pelantar 2, Ahi (54), mengatakan, meski belum dimanfaatkan, dia telah mendapat gambaran jika jalan penghubung Pelantar 1 dan 2 ini akan berdampak positif terhadap beberapa hal.
“Tantu ini akan mempercepat proses bongkar muat barang di dermaga yang ada di Pelantar 2. Selain itu, kawasan ini jadi lebih tertata. Saya yakin kemacetan yang ada di kawasan ini akan banyak berkurang,” kata Ahi, Sabtu, 28 Januari 2023.
Demikian halnya disampaikan Murni, merupakan pekerja di salah satu toko di kawasan Pelantar 1 Tanjung Pinang.
“Pasti akan lebih nyaman. Orang yang mau belanja pasti akan nyaman juga karena nanti di sini tak macet lagi,” ucapnya.
Sebagaimana diketahui, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui organisasi perangkat daerahnya telah melaksanakan sejumlah kegiatan dalam rangka penataan kawasan Kota Lama Tanjung Pinang.
Diantaranya revitalisasi Jalan Merdeka yang kini terlihat lebih tertata dan bersih, dengan bangunan yang berwarna warni, serta trotoar jalan yang tertata apik dengan hiasan beraneka ornamen menarik.
Anggarkan Rp 5,2 miliar, Tahun Ini Pemprov Kepri Revitalisasi Pusat Wisata Kuliter Akau Potong Lembu
Tahun ini, Pemprov Kepri menggandeng Pemko Tanjung Pinang akan merevitalisasi pusat wisata kuliter Akau Potong Lembu.
Pemprov Kepri melalui Dinas PUPR dan ESDM menganggarkan dana Rp 5,2 miliar dari APBD 2023 untuk membangun sejumlah fasilitas penunjang kawasan wisata kuliner bersejarah di Tanjung Pinang ini.
Di Akau Potong Lembu, nantinya akan dilaksanakan penataan lahan parkir, ruang ibu menyusui, area pendopo, levelling beton area plaza, serta jalur pedestrian.
Pemprov Kepri juga akan membenahi Masjid Al Muhajirin, menjadikannya dua lantai. Lantai atas diperuntukkan sebagai tempat ibadah, serta taman pendidikan Al Quran, sedangkan lantai satu akan dimanfaatkan sebagai tempat parkir sepeda motor.
Pemprov Kepri akan menata instalasi listrik yang ada di Potong Lembu. Menempatkannya di dalam tanah sehingga menjadikan Akau Potong Lembu lebih tertata.
“Apa yang kita upayakan dalam menata kawasan Kota Lama Tanjung Pinang ini adalah dalam rangka memperindah perwajahan ibukota provinsi,” jelas Ansar. ***
[red]
















