GESER UNTUK BACA BERITA
TANJUNG PINANG

Rapat Pembangunan Monumen Bahasa Nasional Pulau Penyengat, Abduk Malik: Saatnya Kepri Tunjukkan Kepedulian terhadap Bahasa dan Budaya Sendiri

×

Rapat Pembangunan Monumen Bahasa Nasional Pulau Penyengat, Abduk Malik: Saatnya Kepri Tunjukkan Kepedulian terhadap Bahasa dan Budaya Sendiri

Sebarkan artikel ini
Rapat Pembangunan Monumen Bahasa Nasional Pulau Penyengat, Abduk Malik: Saatnya Kepri Tunjukkan Kepedulian terhadap Bahasa dan Budaya Sendiri
Rapat Pembangunan Monumen Bahasa Nasional Pulau Penyengat, Abduk Malik: Saatnya Kepri Tunjukkan Kepedulian terhadap Bahasa dan Budaya Sendiri. (Foto : Ist)

TANJUNGPINANG – Rapat pemaparan Detail Engineering Design (DED) pembangunan Monumen Bahasa Nasional Pulau Penyengat di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Jumat (3/10/2025) malam, menjadi ajang penting untuk menyatukan pandangan berbagai pihak terkait rencana pembangunan monumen bersejarah tersebut. Dalam rapat itu, Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Kepri, Abdul Malik, menyerukan agar masyarakat Kepulauan Riau menunjukkan kepedulian nyata terhadap bahasa dan budaya sendiri.

“Tahun 2009 kita datangkan pakar, dilanjutkan seminar pada 2010, semua merekomendasikan perlunya monumen yang mengabadikan jejak Raja Ali Haji dan peran Pulau Penyengat sebagai asal muasal Bahasa Indonesia. Negara lain seperti Turkmenistan bahkan sudah mendirikan monumen Raja Ali Haji. Dunia menghargai, saatnya kita juga menunjukkan kepedulian terhadap bahasa dan budaya kita sendiri,” tegas Abdul Malik.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Rapat yang dipimpin Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, ini dihadiri oleh Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri, Raja Al Hafiz, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Balai Pelestarian Budaya Wilayah IV, para akademisi, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Gubernur Ansar menegaskan pentingnya rapat ini sebagai ruang terbuka untuk menyerap masukan konstruktif dari berbagai pihak. Ia meminta agar hasil diskusi dimanfaatkan untuk menyempurnakan rancangan pembangunan monumen.

“Kita sengaja mengundang semua pihak agar pembangunan monumen ini benar-benar matang. Semua saran tadi sangat mendasar dan akan kami tindak lanjuti. Saya minta Dinas PUPR bersama konsultan menyempurnakan desain berdasarkan masukan malam ini,” ujar Ansar.

Ia juga menegaskan agar pembangunan monumen ini berjalan dengan penuh kehati-hatian, mengingat proyek tersebut sempat tertunda di masa lalu.

“Kita harus jaga betul agar tidak terulang seperti pembangunan yang sempat batal. Ini ide besar yang saya lanjutkan dari pendahulu. Mari kita kawal bersama agar cita-cita mempertegas bahwa cikal bakal Bahasa Indonesia berasal dari Kepri dapat diwujudkan melalui Monumen Bahasa ini,” tegasnya.

Kepala Balai Pelestarian Budaya Wilayah IV, Jumhari, menyampaikan bahwa Kementerian Kebudayaan mendukung penuh gagasan pembangunan monumen ini.

“Tugu Bahasa tidak hanya simbolis, tapi juga harus memberi manfaat kepada masyarakat, dengan tetap memperhatikan aturan dan norma cagar budaya,” ujarnya.

Sementara perwakilan STISIPOL Tanjungpinang, Zamzami, menilai pentingnya pelibatan masyarakat lokal agar proyek ini mendapat dukungan luas.

“Secara filosofi tidak ada masalah. Namun, karena monumen ini merupakan struktur baru di Pulau Penyengat, perlu melibatkan lebih banyak stakeholder agar tidak ada penolakan setelah pembangunan selesai,” ucapnya.

Pembangunan Monumen Bahasa Nasional Pulau Penyengat diharapkan menjadi simbol kebanggaan masyarakat Kepri sekaligus pengingat sejarah penting lahirnya Bahasa Indonesia dari Bahasa Melayu. ***

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100