TANJUNGPINANG – Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Ekonomi Syariah Tahun 2026 di kampus STIE Pembangunan Tanjungpinang, Kamis, 18 Juni 2026.
Mengusung tema “Spirit Hijrah Ekonomi Syariah 1448 H: Mentransformasi Ekonomi Syariah Melalui Industri Halal, Pariwisata Ramah Muslim, dan Halal Lifestyle yang Inklusif dan Berkelanjutan”, agenda ini mempertemukan para akademisi, praktisi, hingga mahasiswa untuk memperkuat literasi keuangan syariah nasional.
Acara strategis ini terlaksana atas kolaborasi erat antara Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Kepulauan Riau dengan STIE Pembangunan Tanjungpinang, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI Syariah) Kepulauan Riau, Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Bintan Centre Tanjungpinang, dan Kayasyi Vita (Rumah Jurnal dan Konsultan Ekonomi Syariah).

Sebagai penanda komitmen jangka panjang, pembukaan acara turut dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara MES Kepri, STIE Pembangunan Tanjungpinang, dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kepri.
Sekretaris Umum MES Kepri, Dwi Vita Lestari Soehardi, dalam laporan kegiatannya mengungkapkan bahwa Bimtek ini diinisiasi sebagai respons atas turunnya peringkat Indonesia dari posisi ketiga menjadi posisi keempat dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) Report.
“Melalui momentum menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, kegiatan ini dirancang sebagai gerakan ‘dakwah pena’ ekonomi syariah. Kami ingin mendongkrak indeks literasi sekaligus mengasah kapasitas menulis mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kepri serta masyarakat umum,” ujar Vita.
Meski awalnya kuota peserta tatap muka (offline) dibatasi hanya untuk 50 orang lokal, tingginya animo publik membuat panitia membuka akses secara hibrida melalui platform Zoom Meeting. Peserta tersebar dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Aceh, Medan, Lampung, Jakarta, Yogyakarta, Banyuwangi, hingga wilayah lokal seperti Tanjungpinang, Batam, dan Bintan.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua Umum MES Kepri, Ade Angga, yang hadir mewakili Ketua Umum, menekankan pentingnya regulasi lokal untuk menangkap potensi pasar halal.
Ia menyoroti urgensi penyusunan Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Industri guna memicu geliat pertumbuhan ekonomi baru di Tanjungpinang. Niatan tersebut disambut baik oleh perwakilan sektor usaha dan akademisi.
Ketua HIPMI Syariah Kepri, Ahmad Habibullah, mengapresiasi kolaborasi lintas sektor ini.
Sementara itu, Wakil Ketua 1 STIE Pembangunan Tanjungpinang, Ranti Utami, yang mewakili Ketua STIE Pembangunan sekaligus membuka acara, menegaskan komitmen institusinya sebagai tuan rumah dalam mendukung ekosistem edukasi ekonomi syariah di Kepri.
Bimtek ini menghadirkan tiga narasumber yang mengupas tuntas materi dari sudut pandang praktisi dan akademisi yaitu Syafrudin Hanafi Siregar sebagai Praktisi Perbankan Syariah dari Sumatera Utara.
Selanjutnya, Dwi Vita Lestari Soehardi selaku Sekretaris Umum MES Kepri, Ketua Bidang Literasi dan Edukasi HIPMI Syariah Kepri, sekaligus Dosen STAIN Sultan Abdurrahman Kepri. Dan terakhir Satriadi sebagai Dosen STIE Pembangunan Tanjungpinang sekaligus Direktur Program Pengembangan Pasca Sarjana, Program Studi, dan Program Kerja Sama.
Tidak sekadar memaparkan teori, Bimtek ini memberikan target konkret bagi para peserta lewat kompetisi penulisan esai. Output dari kegiatan ini direncanakan berupa pembukuan karya publikasi.
“Kami akan menyeleksi 50 esai terbaik bertema ekonomi syariah yang layak terbit untuk dihimpun dalam satu buku kompilasi esai nasional. Karena antusiasme peserta meluas hingga ke luar daerah, kesempatan publikasi ini akhirnya kami buka secara nasional,” jelas Vita menambahkan.
Selain kesempatan karyanya dibukukan dan mendapatkan sertifikat kompetensi Bimtek, panitia juga akan memilih tiga narasumber esai terbaik (3 Best Paper) yang berhak mendapatkan penghargaan berupa e-sertifikat khusus dan hadiah. ***
















