GESER UNTUK BACA BERITA
TANJUNG PINANG

Ini Pesan Kadisdik Kepri Kepada Peserta “WORKSHOP JURNALIS”

×

Ini Pesan Kadisdik Kepri Kepada Peserta “WORKSHOP JURNALIS”

Sebarkan artikel ini
Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Anggota DPRD Kepri, Kadisdik Kepri Arifin Nasir dan Nara Sumber, serta tamu undangan, saat menghadiri acara pembukaan Workshop Perspektif Jurnalis Ke 2. (Foto : Munsy Bagus Utama)

SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Kegiatan Workshop Perspektif Jurnalis Ke 2 yang dilaksanakan Disdik (Dinas Pendidikan) Kepri dengan mengundang 3 (tiga) narasumber berkelas nasional, seperti Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo, Ketua Umum IWO (Ikatan Wartawan Online) Pusat, Jodhi Yudono, dan Sekretaris Dewan Kehormatan PWI Kepri, B Richard H Nainggolan, selain menitikberatkan pada sudut pandang wartawan atau jurnalis terhadap dunia pendidikan, juga menekankan kompetensi wartawan.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kepri, Drs H Arifin Nasir M.Si, mengatakan, kegiatan Workshop Perspektif Jurnalis Ke 2 ini, dilaksanakan dengan tujuan untuk lebih menekankan kepada kompentensi wartawan.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Serta untuk meningkatkan imej keberadan wartawan, dan merenung akan kemampuan kita sebagai wartawan yang masih pemula, setengah senior dan senior,” kata Arifin Nasir, pada pidato penutupan Workshop Perspektif Jurnalis Ke 2, di Ball Room Hotel Aston, KM 11, Tanjungpinang, Rabu, (06/12/2017).

Arifin mengharapkan, adanya kolaborasi yang baik antara insan pers dengan dunia pendidikkan, maupun yang lainnya, dan bagaimana dalam forum ini dalam waktu-waktu nantinya diluar kegiatan dapat belajar dari yang muda dengan yang tua.

Dinegera-negara maju, tambah Arifin, pendidikan secara Holistik, sudah banyak diterapkan, sementara di Indonesia masih sedikit. Oleh sebab itu, menurutnya, pembangunan pendidikan itu, harus dilakukan secara holistik dan sistemik.

“Secara holistik itu, satu diantaranya bagaimana penglibatan rekan-rekan pers sebagai corong,” ujar pria yang sudang kenyang dan matang di dunia pendidikan itu.

Jadi secara Holistik itu, sambungnya, semua terlibat, termasuk masyarakat harus berpartisipasi. Pemerintah melalui dinas pendidikan tidak akan mampu untuk membangun pendidikan dengan hanya mengandalkan seorang Arifin Nasir saja, tapi harus melibatkan semua stake holder.

Tapi yang paling penting itu, tambahnya, adalah peran serta rekan-rekan wartawan. Karena dengan kecerdasan wartawan dan kemapuan menulis, serta mampu menumbuhkembangkan daya nalar, akan menghasilkan suatu produk tulisan yang baik.

“Maka supaya regenerasi wartawan khususnya di Kepri ini tidak putus, tahun depan saya akan belibatkan anak-anak SMA kita yang gemar menulis. Siapa bilaang anak-anak SMA kita tidak bisa menulis. Hanya mereka tak diberikan waktu. Libatkan mereka. Nanti perwakilan saja dari masing-masing Kabupaten Kota. Ajak mereka belajar, diskusi kelompak, dan libatkan mereka. Ini juga tanggung jawab saudara-saudara untuk membimbing mereka,” terangnya.

Lebih lanjut lagi, kata Arifin, wartawan bukan hanya membuat pemberitaan yang baik, tapi juga yang tidak (kritik, red), sebagai pengawasan dan koreksi. Hanya saja pemberitaan-pemberitaan yang disampaikan harus mengedepankan unsur edukasi, keseimbangan, transparansi, sesuai dengan amanah UU Pers.

“Maka dari itu, kita menyongsong bagaimana rekan-rekan wartawan menjadi pelaku-pelaku dunia pendidikan, tapi yang profesional,” himbaunya.

Profesional itu, lanjutnya, adalah orang yang tahu akan tugas yang diberikan kepadanya, orang yang dapat mempertanggungjawabkan, apa misi yang diemban, seperti yang disampaikan para narasumber, misalnya pengumpulan data, menulis dan menyebarluaskan informasi.

“Kalau kita menulis ada unsur subjektifitas, arahannya tentu negatif. Ini akan terjadi suatu bentuk penilaian yang tidak seimbang. Sehingga ada yang marah dengan wartawan, bertemu tidak mau, karena tulisan-tulisan yang memojokkan. Pada umumnya, orang tidak suka dipojokkan,” katanya.

Bagi Arifin, sesuatu yang disampaikan itu kalau dia objektif silahkan saja.
Sesuatu yang benar maupun yang salah itu, suatu saat tentu akan terungkap. Tergantung kepiawaian rekan-rekan pers untuk menjadi wartawan yang dipercaya.

“Saya sangat senang dan memberikan apresiasi kepada rekan-rekan wartawan karena dari sejak hari pertama hingga hari terakhir ini, hampir-hampir tidak mengurangi peserta yang hadir,” ujarnya, sambil menutup kegiatan Workshop tersebut.

Ditempat yang sama, Ketua Penyelenggara, yang juga Kasi Sarana dan Prasarana SMA, Irwan Panggabean, mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan wartawan yang sudah mengikuti Worksop hingga akhir acara.

“Semoga kedepannya, wartawan atau jurnalis di Kepri akan semakin bertambah pengetahuan dan wawasannya, serta semakin profesional, dan bersinergi dengan dunia pendidikan,” harapnya.

Sebelumnya, kegiatan itu, dibuka secara resmi oleh Gubernur Kepri Nurdin Basirun, didampingi Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo, Ketua Umum IWO (Ikatan Wartawan Online) Pusat, Jodhi Yudono, dan Sekretaris Dewan Kehormatan PWI Kepri, B Richard H Nainggolan, Anggota DPRD Kepri, Iskandarsya, Yuniarni Pustoko Weni, Kadisdik Kepri Arifin Nasir, Atmadinata dan Irwan Panggabean. (SK-MU)

 

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100