TANJUNGPINANG – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menegaskan pentingnya pengawasan yang kredibel dan akuntabel untuk memastikan pengelolaan keuangan daerah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pernyataan ini disampaikan saat mengukuhkan Mudzakir sebagai Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kepri, menggantikan Hisyam Wahyudi yang kini menjabat Inspektur BPKP RI di Jakarta.
Acara yang digelar di Gedung Daerah Tanjungpinang pada Jumat (15/8/2025) itu juga dirangkai dengan pengukuhan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Auditor Intern Pemerintah Indonesia (AAIPI) Kepri.
Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, Sekda Kepri Adi Prihantara, unsur Forkopimda, serta pimpinan instansi vertikal lainnya.
Deputi Bidang Investigasi BPKP, Sutrisno, yang hadir mewakili Kepala BPKP RI, menyampaikan apresiasi atas kinerja Hisyam Wahyudi selama memimpin BPKP Kepri. Ia berharap kehadiran Mudzakir dapat memperkuat sinergi BPKP dengan pemerintah daerah.
“Kehadiran kita semua di sini menunjukkan komitmen untuk bersinergi dalam penyelenggaraan pemerintahan yang berintegritas, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Sutrisno.
BPKP, kata dia, siap mendukung pemerintah daerah melalui pengawasan, pendampingan, dan rekomendasi strategis. Setiap semester, BPKP juga akan menyampaikan Laporan Eksekutif Daerah sebagai rujukan kebijakan.
Dalam sambutannya, Gubernur Ansar mengapresiasi peran BPKP sebagai pembina pengawasan internal.
Ia menyebut, komunikasi antara Pemprov Kepri dan BPKP selama ini berjalan baik, termasuk dalam pemberian masukan terhadap program strategis nasional dan daerah.
“Kami yakin dengan sinergi yang kuat antara BPKP dan pemerintah daerah, pengelolaan keuangan akan semakin akuntabel dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tegas Ansar.
Ia juga menegaskan komitmen Pemprov Kepri untuk mendukung penuh program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, dengan BPKP sebagai mitra strategis dalam memastikan keberhasilan implementasinya. ***
















