GESER UNTUK BACA BERITA
BATAM

Buka Kuliah Perdana PSPPI Politeknik Batam, Wan Darussalam: Batam Jadi Laboratorium Insinyur se-Indonesia

×

Buka Kuliah Perdana PSPPI Politeknik Batam, Wan Darussalam: Batam Jadi Laboratorium Insinyur se-Indonesia

Sebarkan artikel ini
Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Wan Darussalam, membuka kuliah perdana Program Studi Program Profesi Insinyur Politeknik Negeri Batam. (Foto : Ist)

Untuk itu, Wan Darussalam menantang para calon insinyur untuk turut andil dalam mendukung seluruh rencana pembangunan yang sudah tertuang dalam masterplan Kota Batam.

Kepala BP Batam sudah memberi arahan untuk menjalankan 67 proyek pembangunan selama 20 tahun ke depan. Ini tidak boleh berhenti. Sedangkan insinyur kita terbatas. Nah, disini lah peran calon-calon insinyur dibutuhkan. 

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“BP Batam sudah mensinergikan perizinan yang dibutuhkan melalui sistem Online Single Submission. Ini juga harus diketahui dan dikuasai oleh insinyur-insinyur di Batam,” ujar Wan Darussalam. 

Ia juga mengharapkan umpan balik dari para calon insinyur saat mengkaji efektivitas dan efisiensi metode pembangunan, baik yang sudah terlaksana maupun yang sedang berlangsung.

“Beri masukan ke pimpinan daerah, agar kami bisa membangun Batam lebih baik lagi,” kata Wan Darussalam. 

Apresiasi dan dukungan dari BP Batam disambut hangat oleh Direktur Politeknik Negeri Batam, Uuf Brajawidagda.

Dalam sambutannya yang disampaikan secara daring, Uuf menyatakan semangatnya untuk membangun insinyur-insinyur berkualitas di Indonesia, khususnya Kota Batam.

“Program ini dibentuk untuk menciptakan profesional keinsinyuran yang sesuai dengan Undang-undang, yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing bangsa,” ujar Uuf.

Uuf juga berharap, kolaborasi antara mahasiswa Politeknik Negeri Batam dan Politeknik Negeri Padang mampu melahirkan karya-karya nyata yang membawa manfaat bagi masyarakat Kota Batam nantinya. 

Senada dengan Uuf, Wakil Direktur II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Politeknik Negeri Batam, Bambang Hendrawan, mengatakan, program studi ini juga didorong melihat kebutuhan insinyur andal untuk mendukung proyek pembangunan strategis di Kota Batam.

Programnya sendiri, kata Bambang, ada 2 (dua) macam, ada Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) selama enam bulan bagi teman-teman yang punya pengalaman di bidang keinsinyuran, dan program Reguler selama satu tahun untuk mahasiswa yang baru lulus. 

“Jadi kalau dulu kita cuma lulus Sarjana Teknik, dengan adanya PSPPI mahasiswa punya praktek keisinyuran. Dan semoga kedepan BP Batam dan Politeknik Negeri Batam bisa bersinergi dalam menjalankan pembangunan sesuai masterplan,” pungkas Bambang.

Turut hadir dalam kegiatan, Wakil Direktur Bidang Akademik 1, Ahmad Riyad Firdaus, Ketua Persatuan Insinyur Indonesia  (PII) Cabang Batam, Prastiwo Anggoro, Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, dan Direktur Pelabuhan BP Batam, Dendi Gustinandar. ***

(afr) 

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100