Bagaimana permainan para broker? Dimas mengatakan tidak bisa dipungkiri, bahwa para broker di dalam industri ini memainkan peranan cukup dominan. Apalagi broker-broker tersebut biasanya berada di dalam satu wilayah geografis yang biasanya sama dengan para penyewa kapal (ship charterer) ataupun pemilik muatan kapal (cargo owner).
Tapi, lanjut Dimas, kenyataannya, apabila lebih teliti lagi melihat situasi, sebenarnya ada juga beberapa broker yang cukup qualified dan profesional.
“Yang terpenting adalah mampu mengikuti aturan main di Indonesia, utamanya yang bersinggungan dengan aturan perpajakan yang berlaku,” kata Dimas.
Menurut Dimas, broker broker seperti ini masih terbuka kesempatan untuk bisa bekerja sama. Karena mereka dapat mengikuti “aturan main” sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
“Tapi, saya pastikan bahwa Asinusa akan menutup pintu untuk bekerja sama dengan para broker asing yang tidak dapat mengikuti aturan main di Indonesia,” tegas Dimas.
Prinsip itu ditegakkan, kata Dimas, untuk menjamin pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Coorporate Governance) dapat berjalan sesuai rambu rambu yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. ***
(red)
















