BATAM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Muhammad Tito Karnavian menilai kedekatan geografis Batam dengan Singapura menjadi daya tarik kuat bagi investor global untuk menanamkan modal di Kepulauan Riau. Posisi strategis tersebut dinilai membuka peluang besar bagi Batam dan daerah sekitarnya untuk berkembang sebagai pusat produksi dan investasi internasional.
Penilaian itu disampaikan Mendagri Tito saat meresmikan Kantor Pusat Promosi Investasi Daerah (PPID) di kawasan Pelita, Kota Batam, Selasa (20/1/2026), yang turut dihadiri Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad.
Menurut Tito, Singapura selama ini dikenal sebagai salah satu investor terbesar di Indonesia. Banyak perusahaan multinasional berkantor pusat di negara tersebut, sementara aktivitas produksi berpotensi dikembangkan di wilayah yang lebih kompetitif secara geografis dan biaya, seperti Batam.
“Singapura adalah salah satu investor terbesar di Indonesia. Banyak perusahaan besar berkantor pusat di sana, sementara lokasi produksi bisa dikembangkan di Batam karena jaraknya sangat dekat,” ujar Tito.
Ia menilai, kedekatan Batam dengan Singapura bukan hanya soal jarak, tetapi juga kemudahan akses logistik dan peluang integrasi rantai pasok regional yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah.
Peresmian PPID menjadi bagian dari upaya memperkuat promosi dan fasilitasi investasi daerah. PPID merupakan inisiatif International Business Association (IBA) yang bekerja sama dengan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI).
Melalui keberadaan PPID, pemerintah daerah diharapkan memiliki wadah strategis untuk memperkenalkan potensi unggulan daerah secara lebih terstruktur dan terarah kepada investor, baik dari dalam maupun luar negeri.
Mendagri menekankan bahwa promosi investasi harus benar-benar memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat.
Selain sektor industri dan manufaktur, Tito juga menyoroti potensi besar Kepulauan Riau di sektor lain, termasuk pangan dan produk berbasis kearifan lokal. Kedekatan dengan Singapura dinilai dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pasar, khususnya bahan pangan segar dengan sistem logistik yang efisien.
“Indonesia ini sangat kaya dan beragam. Sayangnya, banyak potensi daerah yang belum terpromosikan dan belum terjual secara optimal,” ungkap Tito.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan PPID, Mendagri berharap Batam dan Kepulauan Riau mampu tampil sebagai etalase investasi Indonesia di mata dunia, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. ***














