GESER UNTUK BACA BERITA
BATAM

Mendagri Resmikan PPID di Batam, Ansar Ahmad Dorong Promosi Investasi Daerah

×

Mendagri Resmikan PPID di Batam, Ansar Ahmad Dorong Promosi Investasi Daerah

Sebarkan artikel ini
Mendagri Resmikan PPID di Batam, Ansar Ahmad Dorong Promosi Investasi Daerah. (Foto : Ist)

BATAM – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menghadiri peresmian Kantor Pusat Promosi Investasi Daerah (PPID) yang diresmikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di kawasan Pelita, Kota Batam, Selasa (20/1/2026). Kehadiran PPID diharapkan menjadi motor penggerak baru dalam promosi dan fasilitasi investasi daerah, sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.

PPID merupakan inisiatif International Business Association (IBA) yang bekerja sama dengan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI). Kantor ini dirancang sebagai pusat promosi potensi daerah agar lebih terstruktur, terkoordinasi, dan mampu menjangkau investor nasional maupun internasional.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Dalam sambutannya, Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa promosi investasi daerah tidak boleh hanya bersifat seremonial, tetapi harus memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Tito, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dan beragam, tidak hanya pada sektor pertambangan dan perkebunan, tetapi juga industri kreatif, kerajinan, budaya, serta produk berbasis kearifan lokal dari berbagai daerah.

“Indonesia ini sangat kaya dan beragam. Dari Jawa, Bali, Sulawesi, Kalimantan hingga Papua, produk-produk lokal kita sangat kreatif dan berkualitas. Sayangnya, banyak yang belum terpromosikan dan belum terjual secara optimal,” ujar Tito.

Ia menilai, lemahnya promosi membuat banyak produk unggulan daerah belum mampu bersaing di pasar internasional, meski kualitasnya tidak kalah dengan produk negara lain.

Mendagri juga menyoroti posisi strategis Batam yang sangat dekat dengan Singapura. Kedekatan geografis ini dinilai menjadi peluang besar untuk menarik perusahaan-perusahaan internasional menjadikan Batam dan Kepulauan Riau sebagai basis produksi maupun investasi.

“Singapura adalah salah satu investor terbesar di Indonesia. Banyak perusahaan besar berkantor pusat di sana, sementara lokasi produksi bisa dikembangkan di Batam karena jaraknya sangat dekat,” jelasnya.

Menurut Tito, kondisi ini seharusnya dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah daerah dengan menyiapkan promosi yang tepat, kemudahan perizinan, serta dukungan infrastruktur yang memadai.

Selain sektor industri dan manufaktur, Mendagri menilai peluang investasi di bidang pangan juga terbuka lebar, khususnya untuk memenuhi kebutuhan pasar Singapura dan kawasan sekitarnya.

Kebutuhan bahan pangan segar dapat dipasok dari Kepulauan Riau dengan dukungan sistem logistik yang efisien. Hal ini diyakini mampu menciptakan nilai tambah ekonomi bagi daerah sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Melalui kehadiran PPID, Tito berharap para kepala daerah, baik gubernur maupun bupati dan wali kota, dapat lebih aktif dan agresif mempromosikan potensi daerahnya kepada investor.

“PPID ini diharapkan menjadi jembatan promosi investasi, sehingga potensi daerah bisa dikenal dunia dan memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. ***

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100