SIJORIKEPRI.COM, BATAM — Kepala Rumah Tahanan atau Rutan Kelas 2 A Batam (Karutan), David Hasudungan Gultom AMd. IP. SH. MH, tertawa terpingkal-pingkal, saat di konfirmasi tentang adanya berbagai Pungutan Liar (Pungli) yang kabarnya terjadi di Rutan Kelas 2 A Batam.
David mengaku, bahwa pertanyaan tersebut sangatlah salah alamat ditujukan kepadanya selaku Karutan, mengingat tidak adanya uang cash apapun yang beredar di dalamnya. Apanya yang mau di Pungli kan.
“Walah mbak, tidak ada uang cash beredar di dalam rutan. Jadi apanya yang mau di Pungli kan. Sungguh salah alamat pertanyaan itu ditujukan ke saya. Dan salah alamat juga pandangan miring itu,” tegas David, kemarin.
Disampaikan juga oleh David, bahwasanya perlu dipertegas lagi disini, terkait masalah uang pungutan tersebut yang katanya untuk biaya kamar tidur, agar nyaman dan apapun bahasanya, hal itu sangatlah tidak ada.
“Tidak ada , tidak ada itu. Semua tahanan diperlakukan sama. Tidak ada yang diistimewakan. Kami memberlakukan aturan kepada siapapun itu, sesuai ketentuan yang ada, tanpa duit-duitan,” tambah David serius.
“Apapun yang dikatakan orang di luar sana, kami tidak lah peduli. Yang sangat penting kami pikirkan disini adalah bagaimana kami bisa bekerja dengan sebaik-baiknya. Dan itu sudahlah kami lakukan,” tambah David.
“Saya dan juga para pegawai disini semuanya, sudah melaksanakan apa itu tupoksi sesuai dengan aturan yang sudah digariskan, tanpa ada pungli-pungli. Tidak ada pungutan apapun di Rutan Batam ini,” tegas David.
Terkait kabar burung yang mungkin saja sengaja digemborkan dan atau ditujukan kepada dirinya selaku Karutan, David mengaku, kalau dirinya tidak lah begitu menanggapi, karena dirinya merasa tidaklah seperti itu.
“Siapapun masyarakat boleh berpandangan seperti itu. Tapi yang penting saya dan juga para pegawai disini, tidak bersikap seperti itu. Pembunuhan karakter itu namanya. He he he,” kata David tertawa renyah. (SK-Nda)
















