GESER UNTUK BACA BERITA
BATAM

Jalur One Way Dinilai Bertentangan Dengan Sistim Zonasi

×

Jalur One Way Dinilai Bertentangan Dengan Sistim Zonasi

Sebarkan artikel ini
Penerapan jalur satu arah (one way) oleh Polres Tanjungpinang ini dinilai bertentangan dengan Sistim Zonasi Penerimaan Siswa Baru. (Foto : Ist)

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Male” buttontext=”Malas Baca, Tekan Ini”]

Jalur One Way Dinilai Bertentangan Dengan Sistim Zonasi

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Jika tidak ada aral melintang, pada 2 September 2019, Polresta Tanjungpinang akan memberlakukan uji coba penerapan jalur satu arah (one way) di Jalan Ahmad Yani, Jalan Raja Ali Haji, Jalan Ir Sutami, dan Jalan Gatot Subroto.

Di jalan yang disebutkan ini, pengendara lalu lintas hanya diperbolehkan berkendara sesuai aturan lalu lintas yang ditetapkan.

Di balik rencana penerapan, orang tua siswa mulai bereaksi negatif. Mereka mengeluhkan, jalur pergi ke sekolah tambah jauh. Pasalnya, jika menilik aturan main penerimaan siswa baru yang menerapkan sistim zonasi, program one way sangat merugikan sekali.

”Jika one way diberlakukan, jalur antar anak tambah jauh. Ini tentu bertentangan dengan tujuan sistim zonasi penerimaan siswa baru. Apakah pihak yang akan menerapkan One Way telah mempertimbangkan hal ini ?,” kata Pak Zidan, warga Jalan Gatot Subroto, Selasa, (27/8/2019).

Pria ini memberi contoh, jika selama ini dirinya mengantar anak ke sekolah, melalui Jalan Ir Sutami dan Jalan Raja Ali Haji. Anaknya bersekolah di SMAN 1. Dengan penerapan One Way, tentu jalur yang akan ditempuh akan semakin jauh.

”Masa kita antar anak harus ke Simpang Lampu Merah batu 6, dan Jalan Ahmad Yani. Terus terang jalur ini tambah jauh,” katanya, ikut diamini beberapa orang tua yang tinggal di Jalan Gatot Subroto lainnya.

Setidaknya, warga yang berdomisili di Jalan Gatot Subroto, Jalan Sutami, dan sekitarnya, akan dirugikan dengan penerapan sistim ini.

Terpisah, Sianipar, warga Batu 8 atas, mengatakan, belum saatnya One Way diterapkan di jalan utama. Jika tujuan One Way untuk mengatasi kemacetan, yang harus dibenahi adalah sistim pengaturan lalu lintasnya.

”Saya rasa, jika aparat polisi dan Dinas Perhubungan maksimal mengatur lalu lintas di jalan rawan macet, tentu kemacetan bisa dianulir. Penyebab macet itu antara lain banyak pengendara yang tidak sabar di jalanan. Mereka sesuka hati, menerobos jalan. Ini yang harus ditangani,” kata Sianipar.

Pria ini ikut mendukung kesimpulan penerapan Jalan One Way bertentangan Sistim Zonasi.

”Tujuan zonasi agar siswa tidak jauh pergi ke sekolah. Tapi, jika diterapkan One Way di beberapa ruas jalan, tentu ada warga yang akan dirugikan. Mereka akan jauh mengantar anak ke sekolah,” katanya. (Wak Zek/Wak Tar)

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100