BINTAN – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bintan, Hafizha Rahmadhani Roby, mengukuhkan sebanyak 30 pengurus dan anggota Kampung Donor Darah Desa Toapaya Selatan. Pengukuhan ini menjadi penanda komitmen bersama dalam mendukung ketersediaan darah yang aman dan berkelanjutan di Kabupaten Bintan.
Pengukuhan tersebut merupakan rangkaian kegiatan pembentukan Kampung Donor Darah Desa Toapaya Selatan yang digelar di Kantor Desa Toapaya Selatan, Kamis (29/1/2026). Kegiatan ini juga dirangkai dengan senam bersama serta sosialisasi donor darah kepada masyarakat setempat.
Ketua PMI Kabupaten Bintan, Hafizha Rahmadhani Roby, menyampaikan bahwa pembentukan sekaligus pengukuhan pengurus Kampung Donor Darah merupakan inovasi PMI dalam menjawab tantangan ketersediaan darah di tengah masyarakat. Menurutnya, kebutuhan darah bersifat terus-menerus, sementara stok darah sering kali belum mencukupi ketika dibutuhkan secara mendesak.
“Darah tidak dapat dibuat dan tidak dapat dibeli. Darah hanya bisa diperoleh dari kerelaan dan kepedulian sesama manusia. Karena itu, PMI Kabupaten Bintan berinovasi dengan membentuk Kampung Donor Darah agar masyarakat siap membantu kapan pun dibutuhkan,” ujar Ketua PMI Kabupaten Bintan.
Ia menjelaskan bahwa Kampung Donor Darah bertujuan membangun budaya donor darah yang rutin, sukarela, dan berkelanjutan dimulai dari tingkat desa. Desa Toapaya Selatan dinilai memiliki potensi besar karena masyarakatnya kompak, aktif, dan menjunjung tinggi nilai gotong royong.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Bintan, Roby Kurniawan, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bintan mendukung penuh pembentukan Kampung Donor Darah sebagai gerakan kemanusiaan berbasis masyarakat.
Ia menyebut program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud nyata kepedulian sosial yang lahir dari nilai-nilai luhur masyarakat Melayu.
“Kampung Donor Darah bukan hanya program, tetapi gerakan kemanusiaan. Ketika ada yang membutuhkan darah, masyarakat sudah siap membantu tanpa menunggu dan tanpa pamrih,” ujar Bupati Bintan.
Bupati juga menekankan bahwa kekuatan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari solidaritas dan kepedulian sosial masyarakatnya.
“Hari ini kita tidak hanya membentuk Kampung Donor Darah, tetapi juga membangun budaya donor darah. Budaya untuk saling menjaga, saling menguatkan, dan saling menyelamatkan,” tambahnya.
Ketua PMI Kabupaten Bintan turut mengungkapkan bahwa Kampung Donor Darah sebelumnya telah dibentuk di Desa Sri Bintan pada tahun 2025. Dengan dikukuhkannya Kampung Donor Darah Desa Toapaya Selatan, kini sudah dua desa di Kabupaten Bintan yang aktif berkontribusi dalam gerakan kemanusiaan melalui donor darah berbasis masyarakat.
“Keberhasilan Kampung Donor Darah sangat ditentukan oleh dukungan pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta partisipasi aktif warga. Kami berharap akan terbentuk pendonor tetap yang terdata dengan baik, sehingga ketika kebutuhan darah meningkat, masyarakat sudah siap dan tidak tergesa-gesa,” tutupnya. ***














