BATAM – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, mengumumkan bahwa capaian elektrifikasi di Provinsi Kepri telah mencapai angka 99 persen, mendekati target penuh 100 persen. Hal ini disampaikan dalam acara peresmian penyalaan listrik pelanggan Pertamina Energy Terminal Sambu di Pulau Belakang Padang, Batam, Selasa (15/4/2025).
Menurut Ansar, program “Kepri Terang” yang digencarkan bersama PT PLN (Persero) terus menunjukkan hasil signifikan dalam mewujudkan pemerataan listrik di wilayah kepulauan.
“Alhamdulillah, kini tidak ada lagi desa yang hanya menikmati listrik 7 jam. Rata-rata sudah meningkat menjadi 14 jam, dan beberapa kecamatan sudah 24 jam penuh,” jelasnya.
Ansar menargetkan seluruh wilayah Kepri akan mendapatkan layanan listrik 24 jam penuh pada tahun 2025. Tahun ini, delapan kecamatan telah menerima peningkatan layanan tersebut, terdiri dari empat di Lingga, tiga di Anambas, dan satu di Karimun.
“Ini bagian dari komitmen kami untuk memastikan pembangunan tidak hanya terpusat di perkotaan, tapi merata hingga pulau-pulau terpencil,” tambahnya.
Gubernur Ansar juga mengajak masyarakat untuk mendukung upaya PLN dalam menjaga keandalan listrik dan menggunakan energi secara bijak.
Sementara itu, General Manager PLN UID Riau-Kepri, Khairullah, menyebut bahwa kolaborasi erat dengan Pemprov Kepri menjadi kunci utama pencapaian ini.
“Tanpa dukungan penuh dari pemerintah daerah, capaian 99 persen elektrifikasi ini tidak mungkin terwujud. Kami akan terus melanjutkan sinergi ini untuk menyentuh sisa satu persen lagi,” katanya.
Peresmian penyalaan listrik di Pulau Sambu juga ditandai dengan penyaluran listrik kapasitas 3,465 MVA, hasil kerja sama antara PLN dan Pertamina Energy Terminal. Kolaborasi ini mendukung efisiensi anggaran hingga Rp1,1 miliar per bulan dan menurunkan emisi karbon hingga 1.000 ton CO₂ setiap bulan.
Acara tersebut turut dihadiri oleh mantan Gubernur Kepri Nurdin Basirun, jajaran pejabat daerah, serta masyarakat Belakang Padang. ***














