BATAM — Ketua Umum Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat, Fauzi Bahar Datuak Nan Sati, secara resmi mengukuhkan pengurus Keluarga Besar Rumah Gadang (KBRG) Kepulauan Riau periode 2025–2030 dalam sebuah prosesi adat yang berlangsung khidmat di Restoran Golden Prawn Bengkong, Kota Batam, Sabtu (27/9/2025).
Pengukuhan tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat Minang di Kepulauan Riau untuk mempererat silaturahmi sekaligus mempertegas komitmen dalam menjaga kekompakan di perantauan.
“Lahirnya KBRG Kepri ini bukan hal yang instan, melainkan hasil gagasan panjang dan kerja keras banyak pihak. Hari ini, kita menyaksikan bukti kekompakan urang awak yang ingin bersatu dan berkontribusi nyata untuk daerah,” ujar Fauzi Bahar dalam sambutannya.
Fauzi menuturkan, terbentuknya KBRG Kepri merupakan wujud semangat kebersamaan yang digagas oleh para tokoh Minang di rantau, bersama perwakilan delapan organisasi, sesepuh, serta tim formatur.
“Dan bersyukur, hari ini kita bisa mengukuhkan harapan semua pihak yang ingin memiliki wadah untuk mempersatukan orang Minang di Kepri,” ucapnya.
Ia juga menegaskan, dengan adanya KBRG Kepri, diharapkan para perantau Minang di Kepulauan Riau semakin kuat dan solid dalam berkontribusi terhadap pembangunan.
“Bersatu kita akan kuat, dan dengan kekuatan itulah kita bisa memberikan manfaat besar untuk negeri,” tambahnya.
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, yang turut hadir dalam pengukuhan itu, menyampaikan apresiasinya atas terbentuknya KBRG Kepri.
Ia menilai KBRG menjadi wadah penting dalam memperkuat hubungan sosial dan menjaga keharmonisan masyarakat di tengah keberagaman Kepri.
“Perantau Minang di Kepri jumlahnya besar dan berperan penting di berbagai bidang. Kehadiran KBRG ini bisa menjadi jembatan untuk memperkuat silaturahmi sekaligus memperluas kontribusi dalam pembangunan daerah,” ujar Ansar Ahmad.
Ia juga mengajak warga Minang untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah.
“Mari bersama-sama kita bangun Kepri dengan semangat kebersamaan dan saling menghargai di tengah kemajemukan masyarakat,” tambahnya.
Acara pengukuhan diawali dengan prosesi arak jamba oleh 21 Bundo Kanduang yang membawa berbagai makanan tradisional Minang, melambangkan kebersamaan dan rasa syukur.
Kegiatan tersebut juga menjadi ajang kebanggaan bagi masyarakat Minang di Kepri yang telah lama menantikan wadah resmi untuk berkumpul dan melestarikan adat istiadat leluhur.
Turut hadir dalam acara tersebut Ketua TP-PKK Provinsi Kepri Dewi Kumalasari Ansar, Tim Percepatan Pembangunan, sejumlah kepala OPD Pemprov Kepri, serta tokoh-tokoh Minang dari berbagai kabupaten dan kota di Kepri. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai seluruh rangkaian kegiatan. ***














