TANJUNGPINANG (SK) — Gubernur Kepri, Dr. H. Nurdin Basirun. S.Sos, M.Si, melakukan rapat koordinasi dengan Tim Kajian KEK, di Ruang Kerja Gubernur, Dompak, Tanjungpinang, pada Rabu, (13/12/2016).
Upaya menjadikan Bintan dan Karimun sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) segera terealisasi, tutur Nurdin, tahap demi tahap proses itu harus diperhatikan serius, sehingga tidak ada kendala yang muncul.
“Pemerintah pusat memberi perhatian khusus untuk KEK Bintan dan Karimun ini,” kata Nurdin.
Rapat itu sebagai tindak lanjut setelah Gubernur Nurdin bersama Sekretaris Menteri Perekonomian Lukita Dinarsya Tuwo melakukan “perjalanan” untuk melihat langsung beberapa lokasi untuk KEK itu. Setelah berkeliling Bintan, Gubernur dan Sesmenko berserta rombongan, menggunakan kapal laut menuju Karimun untuk melihat pulau-pulau yang diusulkan sebagai KEK.
Gubernur dan Bupati Karimun Aunur Rafiq, Senin, (12/12/2016), kemarin, mendampingi Lukita melihat pulau yang letak geografisnya strategis dengan potensi yang besar. Di antara pengembangan KEK Karimun itu, adalah Pulau Durian Kecil, Pulau Asam, Pulau Parit, Pulau Lumut, Pulau Mudu, Pulau Kundur dan Pulau Papan.
Nurdin, menyatakan, pihak Kemenko Perekonomian terus mengkaji pengembangan Bintan dan Karimun untuk dijadikan KEK. Kajian-kajian itu diharapkan cepat selesai, sehingga minat investor semakin tinggi.
Malah untuk Kepri secara keseluruhan, Nurdin berharap, kebijakan-kebijakan Jakarta semakin mendorong cepatnya masuk investasi. Karena, pihaknya ingin daya saing Kepri terus meningkat.
Rapat koordinasi ini, kata Nurdin, semakin memperjelas gambaran dan tindak lanjut pembangunan KEK.
“Dengan Bintan dan Karimun tumbuh seperti Batam, dayang saing Kepri akan semakin baik,” ujar Nurdin.
Menurut Nurdin, sangat baik jika daerah-daerah di Kepri tumbuh beriringan dan saling menopang satu dengan yang lainnya. Bagi Nurdin, yang terpenting investasi bisa terus masuk.
“Investasi meningkat, ekonomi tumbuh dan rakyat semakin sejahtera,” unggahnya. (SK-DY/R)
















