– Perlu Program Khusus Agar Pantai Bebas dari Sampah.
SIJORIKEPRI.COM, KARIMUN — Banyaknya sampah terutama sampah plastik, di sepanjang tepi pantai Jalan Nusantara, Puakang, membuat Danlanal Karimun, Letkol (P) Totok Irianto, meras risih dan mengajak berbagai elemen peduli lingkungan, seperti Kelurahan Balai Kota dan Kelurahan Sei Lakam, Dinas Kebersihan,TNI/Polri, Perpat , FKPPI, Tapak Suci, Asaka Bahari, The Out Sider, Budha Tzu Chi , Komunitas Mari Peduli dan Club Mack, serta komunitas Tuah Bahari (Satuan Aksi Bersih), bergotong royong membersihkan sampah-sampah tersebut.
Totok mengatakan, masyarakat kita masih banyak yang beranggapan, bahwa sungai dan laut sebagai tempat membuang sampah, sehingga sampah plastik bertumpuk di dalam sungai, dan pada akhirnya akan bermuara ke pesisir, mengakibatkan wilayah pesisir dan laut dicemari, sehingga nyaris tidak ada bagian di wilayah pesisir yang bebas dari sampah plastik.
“Saya menghimbau agar seluruh masyarakat untuk tidak membuat sampah di laut, karena sampah yang sudah masuk ke dalam perairan pada akhirnya akan berinteraksi dengan berbagai bahan organic, dan akhirnya akan tenggelam, yang selanjutnya perlahan tapi pasti akan diuraikan, sehingga membentuk mikro plastik yang pada akhirnya mendominasi marine debris,” tuturnya, Minggu, (13/08/2017).
.
“Begitu juga Karimun, tepi lautnya banyak sampah plastik dan lain-lainnya seperti sepanjang Jalan tepi pantai Jalan Nusantara ini, Puakang, itu dikarenakan adanya rumah-rumah ditepi pantai dan juga tidak adanya tempat pembuangan sampah di area tersebut,” katanya lagi.
Menurut Totok, kegiatan ini tidak cukup hanya dilakukan dalam satu waktu saja, sehingga perlu adanya program khusus yang tentunya menjadikan pantai tersebut bebas dari sampah-sampah, dan sangat perlu dilakukan juga di pantai-pantai lainnya.
Sementara Lurah Balai Kota mengatakan sangat mendukung dengan adanya kegiatan itu dan antusian untuki peduli terhadap laut.
“Tentunya akan diadakan sosialisasi kepada masyarakat setempat,” tuturnya. (SK-FIK)








