TANJUNGPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) mulai melaksanakan rekonstruksi Jalan Pelantar II, Kota Tanjungpinang.
Anggaran sebesar Rp3,9 miliar digelontorkan untuk memulihkan akses vital menuju Pelabuhan Kuala Riau, jalur keluar-masuk truk bongkar muat logistik.
Kepala Dinas PUPP Kepri, Rodi Yantari, menjelaskan bahwa pembangunan ini tidak bisa dianggap sebagai perbaikan jalan biasa.
“Pembangunan sepanjang 24,2 meter dengan lebar 6 meter menggunakan metode pondasi bore pile full casing, bukan tiang pancang. Ini standar jembatan yang mampu menahan beban hingga 15 ton,” kata Rodi, Jumat (4/9/2025).
Rodi mengungkapkan, biaya konstruksi per meter persegi mencapai Rp27 juta, hampir mendekati biaya pembangunan jalan beton di atas air atau jembatan.
Nilai proyek ini lebih rendah Rp600 juta dari pagu anggaran Rp4,5 miliar yang disiapkan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD Kepri 2025.
“Konstruksinya memang sudah setara jalan provinsi, sama seperti akses ke pelabuhan atau jalan penghubung daerah. Jadi bukan sekadar jalan lingkungan biasa,” tegasnya.
Sejak jalan Pelantar II amblas di awal 2025, arus distribusi barang terpaksa dialihkan ke Pelantar I.
Kondisi ini menimbulkan kepadatan, kemacetan, dan berpotensi mengganggu pasokan kebutuhan pokok masyarakat.
“Kalau tidak segera diperbaiki, arus logistik bisa terus tersendat. Padahal kawasan ini merupakan salah satu pusat perekonomian di ibu kota Kepri,” jelas Rodi.
Rekonstruksi Jalan Pelantar II dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama difokuskan pada titik amblas sepanjang 24,3 meter yang ditargetkan selesai akhir 2025. Tahap kedua akan dilanjutkan pada 2026 untuk memperbaiki sisa ruas sepanjang 190 meter.
Rodi menyebut, desain proyek ini terintegrasi dengan Pelantar I dan II yang sudah lebih dulu dikerjakan, namun menggunakan metode berbeda karena kondisi lingkungan.
Dinas PUPP telah melakukan sosialisasi baik melalui forum maupun secara door to door kepada warga sekitar. Hasilnya, masyarakat memberikan dukungan penuh terhadap proyek ini.
“Alhamdulillah warga sangat mendukung pengerjaan yang akan segera dimulai,” tutup Rodi.














