SIJORIKEPRI.COM, NATUNA — Dalam upaya untuk membangun kekuatan ekonomi yang tangguh, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Natuna gelar Sosialisasi Penyusunan Disagregasi Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB). Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Asisten III Administrasi Umum, Drs Izwar Asfawi, di Aula Trend Cenreal Hotel, Jalan Pramuka, Ranai, Selasa, (17/04/2018).
Dalam sambutannya, Asisten III, Izwar Asfawi, mengatakan, dalam rangka Perencanaan Pembangunan Nasional pada khususnya, dan pembangunan sistem rujukan informasi statistik Nasional pada umumnya, Pemerintah terus mengupayakan pemenuhan azas keterpaduan kekuatan dan pemutakhiran data dalam statistik, baik statistik dasar, sektoral, maupun khusus.
Dikatakannya, penyelenggaraan kegiatan statistik perlu upaya koordinasi dan kerjasama, serta upaya pembinaan terhadap seluruh komponen masyarakat statistik.
Untuk itu, lanjut Izwar Asfawi, BPS harus melaksanakan kegiatan statistik dasar, statistik sektoral, dan statistik khusus, serta melakukan Survei Penyusunan Disagregasi Pembentukan Modal Tetap Bruto atau yang lebih dikenal investasi/kavital.
Kegiatan Penyusunan Disagregasi PMTB merujuk pada Peraturan Pemerintah No 79 Tahun 2017, tentang Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2018, sejalan dengan prioritas nasional yaitu “Pengembangan Dunia Usaha dan Pariwisata” pada perbaikan iklim investasi dan penciptaan lapangan kerja sangat dibutuhkan data investasi fisik atau Pembentukan Modal Tetap Bruto yang telah Disagregasi menurut institusi dan lapangan usaha.
“Survei Penyusunan Disagregasi PMTB Tahun 2018 bertujuan untuk memperoleh sumber data penyusunan desagregasi matriks PMTB menurut jenis barang modal, lapangan usaha dan jenis barang modal, sektor industri serta data neraca nasional lain yang terkait dengan investasi”, ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPS Natuna, Drs Bustami, mengatakan, tujuan dan manfaat dari sosialisasi ini adalah untuk memperoleh data PMTB yang lebih terinci berdasarkan institusi terhadap industri dan usaha beberapa jenis komoditas.
“Sebagai bahan dalam menyusun perencanaan pembangunan seperti kebijakan investasi dan determinasi penguatan sektor industri,” paparnya.
“Selain itu, juga untuk memperoleh indikator perhitungan usia pakai menurut jenis komoditas dan industri, serta sebagai alat yang cukup handal untuk mengevaluasi dan mengukur kontribusi investor dalam capaian pembangunan secara periodik dan menjadi sumber data dalam perhitungan stok capital menurut lapangan kerja,” tambahnya.
Sosialisasi tersebut, turut dihadiri Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi Kepri Zunadi M.Nat Res Econ, Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah Natuna, Marwansyah, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Zulkarnain S.Sos, Para Camat, Lurah, Instansi terkait, Para Pelaku Usaha, Para Staf dan anggota BPS Natuna. (nard)








