BINTAN – Sebagai wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat bertema “Peningkatan Daya Saing Produk UMKM Perikanan di Desa Malang Rapat melalui Penerapan Manajemen Produksi”, Jumat (31/10/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Malang Rapat ini merupakan kolaborasi antara dosen dan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa (HIMA) Sosial Ekonomi Perikanan UMRAH. Melalui pelatihan ini, para peserta yang berasal dari pelaku UMKM perikanan di wilayah pesisir Bintan mendapat pendampingan langsung mengenai strategi pengelolaan usaha yang efisien dan berkelanjutan.
Haidawati, S.Pi., M.Si., selaku Koordinator Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari kewajiban kampus untuk memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat.
“Kampus bukan hanya tempat belajar dan mengajar, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya, Minggu (2/11/2025).
Ia berharap melalui pelatihan ini para pelaku UMKM dapat menerapkan prinsip-prinsip manajemen produksi yang baik, sehingga mampu meningkatkan mutu produk dan memperluas jangkauan pasar.
“Kami ingin para pelaku UMKM semakin mandiri, produktif, dan berdaya saing,” tambahnya.
Kegiatan ini menghadirkan pemateri I Tetty, S.Pi., M.Si., dosen Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan UMRAH yang memberikan pelatihan tentang penerapan manajemen produksi, mulai dari pengelolaan bahan baku, inovasi pengolahan, hingga teknik pengemasan yang menarik.
Sementara itu, Kepala Desa Malang Rapat, Sakri, yang turut hadir dan membuka kegiatan, menyampaikan apresiasi kepada pihak UMRAH atas kepeduliannya terhadap pelaku usaha lokal.
“Kami berterima kasih kepada para dosen dan mahasiswa yang telah hadir memberikan ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat kami. Semoga pelatihan ini bisa menjadi bekal untuk meningkatkan usaha warga,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting karena pelaku UMKM di desanya masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan bahan baku saat musim utara.
“Dengan adanya pelatihan manajemen produksi, pelaku UMKM bisa lebih siap mengantisipasi kendala tersebut dan tetap menjaga keberlangsungan usaha,” tutur Sakri.
Pelatihan ini juga menyoroti pentingnya inovasi produk dan pengemasan yang sesuai standar kebersihan serta menarik secara visual agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung, dengan harapan mampu meningkatkan nilai jual produk mereka serta memperkuat posisi UMKM perikanan lokal di pasar nasional.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat pesisir dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berkelanjutan dan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat. ***
















