[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Malas Baca, Tekan Ini”]
Perkembangan Revolusi Industri 4.0 Menuju Revolusi Industri 5.0
OLEH : Fikri Ibnu Maulana
Mahasiswa : STIE
Kelas : Manajemen Sore 1
NIM : 18612116
Sub tema : E-Sport
SIJORIKEPRI.COM — Revolusi industri 4.0 menitik beratkan pada pergerakan kearah digitalisasi, direvolusi industri 4.0 juga bisa menjadi gerbang untuk berusaha atau menjadi pengusaha digital. Revolusi industri 4.0 adalah masuknya teknologi atau sistem cerdas dan otomasi dalam bidang industri. Revolusi industri 4.0 merupakan usaha perubahan menuju perbaikan dengan cara memperbarui dunia online dengan dunia industri. Artinya internet menjadi pondasi utama dalam semua proses produksi diindustri.
Dengan demikian industri 4.0 yaitu para produsen dibidang industri mengizinkan komputer untuk saling terhubung antara satu sama lainnya, hingga dapat membuat keputusan dari tujuan produsen tersebut tanpa campur tangan manusia.
Faktor penggerak untuk mencapai revolusi industri 4.0 di Indonesia menurut kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Haris Muhandar, yaitu :
- Melakukan otomatisasi
- Komunikasi machine-to-machine
- Komunikasi human -to-machine
- Pengembangan teknologi berkelanjutan
- AI
Dalam memberikan dukungan Kemenprin sudah mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan oleh produsen per industrian antara lain yaitu :
- Pemberian insentif kepada produsen usaha padat karya berbentuk infrastruktur industry.
- Melakukan kolaborasi dengan kementrian komunikasi dan informatika untuk mengoptimalkan bandwidth.
- Penyediaan Sistem Informasi Industri Nasional (SIINAS) untuk mempermudah integrasi data dalam memajukan industri elektronik.
Bidang e-sport
Dengan kemajuan teknologi banyak developer game yang menciptakan banyak jenis game terutama yang dapat dimainkan secara online atau bersama masyarakat luas. Dengan ditunjang keseruan game, grafik game, fasilitas game, event game, dan lain-lain yang bertujuan untuk menarik para gamers meminati game tersebut agar ramai pemainnya.
Dengan banyaknya gamers muda bermain game sudah berubah menjadi olahraga elektronik atau bisa disebut e-sport. Berdirinya Indonesia e-sport Association (IeSPA) tahun 2014 menandakan bahwa gaming resmi menjadi cabang olahraga di Indonesia. Masuknya e-sport di Asian Games 2018 kemarin dapat dipastikan membuat e-sport menjadi cabang olahraga yang sedang naik daun.
Menurut pengamat gaming dan e-sport, Dedy Lirvan yaitu “e-sport di Asean Games harusnya bisa menjadi katalis, kalau diselenggarakan dengan baik dan benar.” Didunia Indonesia menempati urutan ke-16 dalam pasar industri gaming. Tidak seperti cabang olahraga lain di Indonesia yang sudah sangat popular, e-sport ini belum sangat popular tetapi perkembangannya cukup pesat.
Tercatat 43,7 juta gamers yang menghasilkan pendapatan 879,7 juta dolar AS menurut data dari Newzoo. Dengan ditunjangnya oleh alat-alat gaming yang semakin canggih akan membuat para gamers betah dengan bermain game, dan itu bisa menjadi sasaran pasar bagi para produsen dibidang pembuatan alat elektronik. ***














