Maskur Tilawahyu adalah salah satu politisi Tanjungpinang dikenal dengan daya pikir yang kritis.
Hal itu berangkat dari profilnya yang ditempa sebagai aktivis Kepri Centre yang didirikan bersama Tokoh Masyarakat Kepri Huzrin Hood semasa Provinsi Kepri baru memisahkan diri dari Riau.
Bersama Kepri Centre, Maskur Tilawahyu kerap menyuarakan terkait arah kebijakan pembangunan dan pendidikan di wilayah Kepri terutama di Tanjung Pinang sebagai Ibu Kota Provinsi.
Dari aksi turun ke jalan berorasi di kantor Dewan, Gubernur hingga Wali Kota kala itu dilakukan untuk menyuarakan kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat.
Hingga akhirnya pada Pemilu 2009 sosoknya dipilih menjadi wakil rakyat untuk DPRD Kota Tanjungpinang. Pada Pemilu 2014 sosoknya kembali mencalonkan diri sebagai wakil rakyat dan kembali dipercaya.
Sikap kritis, dan membuat heboh Kota Tanjung Pinang jika kebijakan tak berpihak kepada rakayat tetap disuarakan. Hingga ia pun dikenal sebagai anggota DPRD Kota Tanjung Pinang yang kritis. Namanya setiap hari menghiasi halaman media online dan cetak dengan lantang menyuarakan kebijakan yang tidak sesuai.
Setelah tak lagi menjadi anggota Dewan tak membuat Maskur berdiam diri, membela hak warga tertindas terus dilakukan. Ia menjadi salah satu advokat di Tanjung Pinang, beridang dan beracara hingga ke Ibu Kota untuk membela kepentingan kliennya.***
















