TANJUNG PINANG — Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi., DEA, mengapresiasi program transplantasi lamun yang dilakukan di Pesisir Utara Pulau Bintan. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) UMRAH dalam rangka menjaga ekosistem laut sekaligus memaksimalkan serapan karbon dioksida (CO₂).
Apresiasi itu disampaikan langsung oleh Prof. Agung saat membuka kegiatan talkshow bertema “Pelabuhan Hijau, Masyarakat Sejahtera” di Auditorium UMRAH, Kamis (12/6/2025), yang digelar memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
“Transplantasi lamun ini merupakan langkah konkret dalam mitigasi perubahan iklim. Kami menyambut baik kolaborasi Pelindo dan FIKP UMRAH dalam mendukung konservasi pesisir dan laut,” kata Prof. Agung.
Talkshow ini sepenuhnya didukung melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Pelindo. Dekan FIKP UMRAH, Dr. Dony Apdillah, S.Pi., M.Si., menyebut bahwa kegiatan ini adalah bagian dari kerja sama yang telah dimulai sejak 2024.
Ia menekankan bahwa transplantasi lamun tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga menjadi habitat penting bagi spesies laut seperti dugong (Dugong dugon).
Kegiatan yang dihadiri sekitar 250 mahasiswa ini juga menghadirkan tiga narasumber utama:
- Dr. Andi Zulfikar (akademisi UMRAH),
- Siti Nurohmatiljanah Setiawan (CMO Kampong Teripang),
- Edi Priyanto, S.KM., M.M. (Direktur SDM PT Pelindo Multi Terminal).
Ketiganya membahas isu lingkungan dari sisi akademik, sosial, dan industri. Para mahasiswa pun aktif dalam sesi tanya jawab dan bersemangat mengikuti kuis serta foto challenge yang digelar panitia.
Talkshow ini juga dihadiri perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kepri, Dinas Kelautan dan Perikanan Tanjungpinang, serta sejumlah NGO lingkungan seperti Seven Clean Seas, Air ALIM KEPRI, CarbonEthics, dan Yayasan Ecology.
Melalui kegiatan ini, Pelindo dan UMRAH berharap bisa meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan pesisir dan laut sebagai bagian dari mewujudkan pelabuhan hijau yang berkelanjutan. ***














