GESER UNTUK BACA BERITA
RIAU

Kronologis Kejadian Kapal Tenggelam Dengan Penumpang 20 WNA Bangladesh di Perairan Kuala Merbau (Meranti)

×

Kronologis Kejadian Kapal Tenggelam Dengan Penumpang 20 WNA Bangladesh di Perairan Kuala Merbau (Meranti)

Sebarkan artikel ini
Sebanyak 20 warga negara asing asal Bangladesh bersama 2 orang tekong dan nakhoda diamankan Satpolair Polres Kepulauan Meranti
Sebanyak 20 warga negara asing asal Bangladesh bersama 2 orang tekong dan nakhoda diamankan Satpolair Polres Kepulauan Meranti. (Foto : Polres Meranti)

SELAT PANJANG — Sebuah kapal jenis speed pancung yang membawa 20 warga negara asing (WNA) asal Bangladesh bersama dua tekong lokal mengalami insiden tenggelam di perairan Desa Kuala Merbau, Kecamatan Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Beruntung, seluruh penumpang termasuk nakhoda selamat setelah mendapat bantuan dari warga dan aparat setempat.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Kurnia Setyawan SH SIK, melalui Kasat Reskrim Polres Kepulauan Meranti, IPTU Yohn Mabel, S.Tr.K, S.I.K., M.H., membenarkan kejadian tersebut.

“Iya, benar ada 20 orang warga negara asing serta dua tekong dan nakhoda yang telah diamankan. Saat ini tim penanganan orang asing sudah bergerak ke lokasi untuk penanganan lebih lanjut,” ujar IPTU Yohn Mabel.

Menurut keterangan awal, 16 dari 20 WNA Bangladesh tersebut masuk ke Indonesia melalui Bandara Internasional Jakarta, sementara empat lainnya tiba melalui Bandara Internasional Bali.

Para imigran kemudian berkumpul di Pekanbaru sebelum berangkat menuju Buton dengan tujuan menyeberang ke Malaysia melalui jalur perairan Desa Kedabu Rapat, Kecamatan Rangsang.

“Pada Senin, 3 Februari 2025, sekira pukul 19.00 WIB, kapal berangkat dari Kedabu Rapat menuju Buton untuk menjemput para WNA tersebut. Setelah berhasil menjemput penumpang, kapal kembali berlayar menuju Kedabu Rapat,” jelas IPTU Yohn Mabel.

Namun, sekira pukul 04.00 WIB pada Selasa, 4 Februari 2025, kapal mengalami kerusakan yang menyebabkan tenggelamnya kapal di perairan Desa Kuala Merbau.

“Seluruh penumpang selamat dan langsung dievakuasi oleh warga serta aparat setempat bersama perangkat desa. Mereka kemudian dibawa ke kantor desa untuk pendataan dan pemeriksaan awal,” tambahnya.

Sekira pukul 12.30 WIB, tim penanganan orang asing tiba di Desa Kuala Merbau untuk menjemput para WNA dan tekong kapal.

Dengan pengawalan kapal patroli Satpolair Polres Kepulauan Meranti, para penumpang dibawa ke Selat Panjang menggunakan kapal milik Imigrasi.

“Pada pukul 14.40 WIB, kapal tiba di Pelabuhan Perikanan Selat Panjang dan dilanjutkan perjalanan menuju Kantor Imigrasi Selat Panjang menggunakan kendaraan milik Imigrasi dengan pengawalan anggota Satpolairud,” ungkap IPTU Yohn Mabel.

Saat ini, seluruh WNA Bangladesh dititipkan di Lapas Kelas IIB Selat Panjang untuk proses pendataan dan pemeriksaan lanjutan sesuai aturan Imigrasi.

Sementara itu, dua tekong lokal berinisial MP dan SY serta seorang penanggung jawab berinisial D telah diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan tindak penyelundupan manusia.

Kapolres Kepulauan Meranti menghimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap aktivitas ilegal di wilayah perairan dan segera melaporkan kejadian mencurigakan kepada pihak berwajib guna menjaga keamanan serta stabilitas wilayah perairan.

“Kami akan terus mengusut tuntas kasus ini dan berharap masyarakat tetap bekerja sama demi menjaga wilayah perairan kita dari aktivitas ilegal,” pungkas Kapolres Kepulauan Meranti. ***

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100