Sertifikat Rumah Tidak Kunjung Diberikan, Developer Perumahan Diringkus Satreskrim Polresta Tanjung Pinang

oleh
Developer Perumahan PT Maha Karya Perdana berinisial SUK diringkus Satreskrim Polresta Tanjung Pinang. (Foto : Ist)

Tanjung Pinang, Sijori Kepri — Seorang pria, oknum Developer Perumahan PT Maha Karya Perdana berinisial SUK diringkus Satreskrim Polresta Tanjung Pinang, karena diduga melakukan tidak pidana penipuan atau penggelapan terhadap pembelian 1 (satu) unit rumah type 36/84 seharga Rp 80.000.000- (delapan puluh juta rupiah) dengan korban berinisial SUM.

Kapolresta Tanjung Pinang, AKBP Heribertus Ompusunggu, melalui Kasat Reskrim Polresta Tanjung Pinang, AKP Awal Sya’ban Harahap, mengatakan, dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka SUK yang dilakukan oleh penyidik dan penyidik pembantu Satreskrim Polresta Tanjung Pinang, diduga kuat tersangka SUK telah melakukan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan sesuai dengan pasal 378 dan atau 372.

“Terhadap tersangka SUK dilakukan penangkapan di Bandung, Jawa Barat, dan tersangka akan dibawa ke Tanjung Pinang guna penyidikan lebih lanjut,” kata AKP Awal Sya’ban Harahap, Jumat, 5 Agustus 2022.

Kronologis kejadian penipuan dan atau penggelapan tersebut berawal pada tanggal 14 Oktober 2017, dimana korban inisial SUM datang ke developer PT Maha Karya Perdana atas nama insial SUK untuk membeli rumah.

Sesampai disana, korban SUM bertemu dengan pelaku SUK, dan mengatakan bahwa korban ingin membeli rumah.

Kemudian pelaku SUK menawarkan korban 1 (satu) unit rumah dengan type 36/84 seharga Rp 80.000.000- (delapan puluh juta rupiah).

Lalu korban menyetujui untuk membeli rumah tersebut, dan korban mengatakan akan membayarnya secara bertahap, dan pelaku SUK mengatakan bisa.

“Korban kemudian mengatakan kepada pelaku, bahwa ia ada uang sebesar Rp 50.000.000 (lima puluh juta rupiah) dan sisanya Rp 30.000.000 (tiga puluh juta rupiah) akan dibayar cicil dan disetujui oleh pelaku SUK,” ungkap Kasat.

Selanjutnya, korban diminta utuk menandatangani semua berkas administrasi, lalu korban membayar dengan memberikan uang sebanyak Rp 25.000.000- (dua puluh lima juta rupian) sebagai pembayaran awal, dan korban diberikan lembaran Control Card dan selembaran surat pemesanan rumah.

“Setelah selesai, kemudian korban melanjutkan untuk pembayaran sisanya sebesar Rp 30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah), dan apabila telah lunas korban akan dipanggil untuk menandatangani sertifikat, akan tetapi sampai sekarang ini pelaku SUK tidak ada kabar. Dikarenakan kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp 80.000.000,- (delapan puluh juta rupiah),” ujar Kasat Reskrim Polresta Tanjung Pinang, AKP Awal Sya’ban Harahap. [Wak Dar]