

TANJUNG PINANG – Hadir di Kantor Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Kepri, Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, ingatkan prinsip 4 (empat) Big No’s kepada insan PUPR.
Hal itu disampaikan Gubernur Ansar saat menjadi Inspektur Upacara (Irup) Hari Bakti Pekerjaan Umum (Harbak PU) ke 77, di Halaman Kantor Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Kepri (BPPW Provinsi Kepri), Gedung PIP2B Kota Piring, Dompak, Tanjung Pinang, Sabtu, 3 Desember 2022.
Pada Upacara bertema “77 Tahun Bakti PUPR Sigap Membangun Negeri”, Gubernur Ansar membacakan sambutan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menteri PUPR), Basuki Hadimuljono.
Menteri Basuki, melalui Gubernur Ansar kembali tak henti-hentinya mengingatkan prinsip “4 Big No’s”, yakni No Gift, No Bribery, No Kickbacks, dan No Luxurious Lifestyle kepada semua insan PUPR.
“Agar Kementerian PUPR bersama para mitra kerja tetap menjadi lembaga yang kredibel, diisi oleh insan-insan PUPR yang Amanah dan Akhlakul Karimah,” kata Gubernur Ansar.
Menurut Menteri Basuki, satu hal yang dirasakan dari berbagai upaya yang para insan PUPR lakukan adalah semakin besarnya kepercayaan publik kepada Kementerian PUPR.
“Upaya membangun kepercayaan tersebut tidak lahir dari upaya sesaat, tetapi merupakan buah dari kerja keras dan upaya perbaikan menerus. Saya ingin upaya ini melembaga, menjadi nafas dan semangat setiap Insan PUPR dimanapun berada untuk selalu membangun infrastruktur yang berkualitas baik, berestetika tinggi, dan ramah lingkungan untuk keberlanjutan,” ucap Gubernur Ansar.
Pada kesempatan itu, Gubernur Ansar juga memaparkan penugasan khusus dari Presiden Joko Widodo untuk mendukung beberapa agenda internasional di tanah air kepada Kementerian PUPR selama tahun 2022.
Adapun agenda internasional di tanah air itu diantaranya mendukung Presidensi Indonesia dalam KTT G20 di Bali, Renovasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) setelah dibangun dan dibuka pertamakalinya tahun 1975 silam, Penataan Kawasan Labuan Bajo dan Mandalika, melanjutkan pembangunan infrastruktur yang menjadi program strategis dan prioritas nasional, serta terus melaksanakan program Padat Karya Tunai (PKT).
Dijelaskan Gubernur Ansar lagi, bahwa satu milestone penting yang akan dicatat dalam perjalanan bangsa Indonesia adalah pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang telah dimulai sejak Agustus 2022 lalu di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), meliputi penyiapan lahan matang (land development), pembangunan jalan logistik, jalan tol, jalan lingkar, embung dan intake air baku, gedung perkantoran dan hunian bagi para pekerja.
“Kita ingin memastikan, bahwa keinginan Bapak Presiden untuk melaksanakan Upacara HUT Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2024 di IKN dapat kita wujudkan dengan tetap fokus pada kualitas, estetika dan keberlanjutan lingkungan tadi,” ungkap Gubernur Ansar.
Dilansir dari situs resmi Kementerian PUPR, sejarah Hari Bakti Pekerjaan Umum dilatarbelakangi pertempuran 3 Desember 1945 di Gedung Departement Van Verkeer En Waterstaat (Gedung V & W) yang kini dikenal sebagai Gedung Sate Bandung antara pasukan tentara sekutu (NICA) yang mengepung Gedung Sate yang saat itu dijaga dan dipertahankan oleh 21 orang pemuda atau petugas dari Gerakan Pemuda Pekerjaan Umum.
Pertempuran 3 Desember 1945 di Gedung Sate pun berakhir pada pukul 14.00 WIB. Tercatat sebanyak 7 (tujuh) orang pegawai PU gugur dalam peristiwa tersebut dan jenazah mereka tidak ditemukan sampai sekarang.
Peristiwa 3 Desember 1945 itu telah tercatat dalam sejarah perjuangan bangsa, dan sejarah perkembangan Pekerjaan Umum pada khususnya. Hingga kini, peristiwa tersebut terus dikenang dan diperingati sebagai Hari Kebaktian Pekerjaan Umum setiap 3 Desember.
Diakhir kegiatan, Gubernur Ansar bersama para undangan berkesempatan melakukan penanaman pohon di sekitaran Kantor Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Kepri. Gubernur Ansar sendiri menanam pohon Mangga Chokanan.
Turut hadir dalam upacara tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri, Adi Prihantara, Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Provinsi Kepri, Fasri Bachmid, Kepala Satker BPPW Provinsi Kepri, Syafruddin, Sekda Kota Tanjung Pinang, Zulhidayat, serta para Kepala OPD Pemprov Kepri dan Pemko Tanjung Pinang. (ron)
















