GESER UNTUK BACA BERITA
TANJUNG PINANGTNI

Gelar Karya Bhakti Korve di Lokasi Monumen Perjuangan TNI AU, Danlanud RHF Tanjung Pinang Ungkap Sejarah TNI AU Tumpas Gerakan PRRI 1958

×

Gelar Karya Bhakti Korve di Lokasi Monumen Perjuangan TNI AU, Danlanud RHF Tanjung Pinang Ungkap Sejarah TNI AU Tumpas Gerakan PRRI 1958

Sebarkan artikel ini
Danlanud RHF Tanjung Pinang, Kolonel Nav Arief Budiman, membersihkan sudut monumen Perjuangan TNI AU Lanud RHF Tanjung Pinang. (Foto : Ist)

TANJUNG PINANG — Tinggal menghitung hari, seluruh bangsa Indonesia akan memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 78 tahun, yakni pada hari Kamis, tanggal 17 Agustus 2023.

Berbagai aktivitas kegiatan yang diselenggarakan, mulai dari Bhakti Sosial hingga Karya Bhakti digelar oleh seluruh komponen bangsa, begitu juga dengan personel TNI Angkatan Udara di Lanud RHF Tanjung Pinang, dimana para personel dan masyarakat Kota Tanjung Pinang secara bersama-sama terlibat dalam kegiatan Karya Bhakti Korve.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Kegiatan Karya Bhakti Korve ini dipusatkan di Monumen Perjuangan TNI AU, di Jalan Nusantara, KM 12.5, Kota Tanjung Pinang, dan langsung dipimpin oleh Komandan Lanud (Danlanud) RHF Tanjung Pinang, Kolonel Nav Arief Budiman, Selasa, 15 Agustus 2023.

Kepada Wartawan, Danlanud RHF menjelaskan, bahwa kegiatan Karya Bhakti Korve ini aktivitasnya adalah pembersihan secara terpimpin, meliputi pemotongan rumput, pengecatan ulang, membersihkan kotoran lumut yang menempel pada relief dan kantai Monumen Perjuangan TNI AU Lanud RHF. 

“Melalui Karya Bhakti Korve bersama ini diharapkan dapat memelihara monumen perjuangan ini,” ujar Danalnud Kolonel Nav Arief Budiman. 

Danlanud juga mengharapkan, dengan adanya kegiatan ini, para generasi mendatang siap melanjutkan jejak dan semangat perjuangan para pahlawan, serta selalu menghargai jasa-jasa dan pengorbanan pahlawan.

Kegiatan ini, lanjut Danlanud, tidak hanya diikuti personel Lanud RHF, namun juga melibatkan masyarakat kota Tanjung Pinang yang tinggal di sekitar Mako Lanud RHF.

“Kegiatan Korve Lanud RHF tidak hanya dilakukan personel Lanud RHF, namun secara bersama-sama masyarakat di Monumen Perjuangan TNI AU Lanud RHF,” ungkap Danlanud RHF.  

Usai Karya Bhakti Korve, Danlanud Kolonel Nav Arief Budiman mengisahkan tentang Monumen Perjuangan TNI AU Lanud RHF. 

Ia mengatakan, Monumen Perjuangan TNI Angkatan Udara yang terdapat di Lingkungan Lanud Raja Haji Fisabilillah dibangun dan diresmikan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Hanafie Hasan pada tahun 2002.

Peresmian itu, kata Danlanud, bertujuan untuk mengenang dan melestarikan sejarah perjuangan TNI Angkatan Udara di Kota Tanjung Pinang.

Sejarah mencatat, pada saat itu di tahun 1958, Lapangan Terbang Kijang Tanjung Pinang dilaksanakan operasi udara secara besar-besaran dalam rangka penumpasan gerakan PRRI. 

Lapangan Terbang Kijang (sekarang kawasan Lanud Raja Haji Fisabilillah) pada waktu itu merupakan Forward Operating Base (FOB) atau pangkalan operasi depan (tumpuan udara) bagi pasukan-pasukan APRI dan pesawat-pesawat AURI untuk melaksanakan operasi-operasi penerjunan dan pendaratan di Pekan Baru.

Bahkan pada saat itu pernah dikosentrasikan di Lapangan Terbang Kijang 40 pesawat terdiri dari 26 pesawat C-47 Dakota, 10 Pesawat P-51 Mustang dan 4 Pesawat B-25 Bomber Mitchell. 

“Peristiwa ini merupakan suatu operasi udara yang terbesar yang pernah terjadi sampai saat ini,” ujar Danalnud RHF, mengisahkan. ***

(Red)

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100