TANJUNGPINANG – Memasuki usia ke-23 tahun, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) terus berkomitmen memperkuat konektivitas antarwilayah dan pemerataan pembangunan di seluruh kabupaten/kota. Fokus tersebut menjadi salah satu prioritas utama dalam arah pembangunan ke depan, sebagaimana disampaikan Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kepri memperingati Hari Jadi ke-23 Provinsi Kepri di Tanjungpinang, Rabu (24/9/2025).
Dalam sidang paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Kepri, Iman Sutiawan, turut hadir Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, Ketua BKOW Kepri, Nenny Dwiyana Nyanyang, jajaran Forkopimda, serta tokoh masyarakat dari berbagai daerah di Kepri.
“Di usia ke-23 ini, Kepri harus semakin solid dan maju. Pemerintah terus berupaya memperkuat konektivitas antarpulau agar tidak ada daerah yang tertinggal, baik dari sisi pembangunan infrastruktur, ekonomi, maupun pelayanan publik,” ujar Nyanyang Haris dalam pidatonya.
Wagub Nyanyang menegaskan, dengan karakter wilayah yang terdiri dari ribuan pulau, konektivitas menjadi fondasi utama dalam pemerataan pembangunan Kepri. Rasio konektivitas wilayah yang masih berada di angka 0,55 menjadi tantangan yang harus segera diatasi.
“Kita ingin memastikan semua daerah di Kepri terhubung, baik melalui pembangunan pelabuhan, transportasi laut, maupun akses digital. Pembangunan tol laut, tambahan rute pelayaran, dan penguatan infrastruktur energi juga akan menjadi prioritas,” jelasnya.
Selain itu, proyek strategis seperti Jembatan Batam–Bintan (Babin), SPAM Regional, dan program Kepri Terang terus diakselerasi. Tujuannya untuk membuka isolasi wilayah dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat di pulau-pulau kecil.
Nyanyang juga menyampaikan bahwa kinerja pembangunan ekonomi Kepri terus menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Kepri pada Triwulan II Tahun 2025 mencapai 7,14 persen, tertinggi di Sumatera dan ketiga secara nasional.
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepri berada di posisi 79,89 poin, dengan angka kemiskinan hanya 4,44 persen, yang merupakan capaian terendah sepanjang sejarah Kepri.
“Pertumbuhan ini menunjukkan Kepri berada di jalur yang benar. Tapi yang paling penting adalah memastikan hasil pembangunan dirasakan seluruh masyarakat, dari Batam hingga Natuna,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Pemprov Kepri menegaskan akan terus melaksanakan program-program pro-rakyat seperti peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, bantuan bagi nelayan, petani, serta pelaku UMKM, hingga pembangunan rumah ibadah dan fasilitas sosial.
“Pemerintah akan selalu hadir untuk rakyat. Kita ingin memastikan setiap kebijakan benar-benar berpihak kepada masyarakat kecil,” tegas Nyanyang.
“Mari jadikan Hari Jadi Kepri ke-23 ini sebagai momentum memperkuat sinergi dan semangat membangun Kepri yang maju, makmur, dan merata,” pungkas Nyanyang Haris. ***














