TANJUNGPINANG – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kepulauan Riau berhasil menembus angka 80,5 poin dan menempatkan Kepri di peringkat ketiga nasional. Capaian tersebut disampaikan Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, dalam kegiatan pelantikan Kepala SMAN, SMKN, dan SLBN di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, di Gedung Daerah Tanjungpinang, Rabu (14/1/2026).
Gubernur Ansar Ahmad menyebutkan, capaian IPM tersebut tidak terlepas dari berbagai upaya pembangunan sumber daya manusia yang dilakukan secara berkelanjutan, khususnya melalui sektor pendidikan. Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat di Kepri.
“Pendidikan menjadi salah satu faktor meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Kepulauan Riau,” ujar Ansar Ahmad.
Ia menjelaskan, peran guru dan Kepala Sekolah sangat strategis dalam menjamin masa depan generasi muda. Namun demikian, Ansar Ahmad menegaskan bahwa tanggung jawab peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak hanya berada di pundak tenaga pendidik semata.
“Bukan hanya guru. Pemerintah, orang tua, dan seluruh masyarakat juga berperan dalam menciptakan generasi muda yang berkualitas di Provinsi Kepulauan Riau,” kata Ansar Ahmad.
Selain penguatan kualitas pembelajaran, Ansar Ahmad juga mendorong optimalisasi manajemen pendidikan di sekolah, termasuk pemberdayaan perpustakaan sebagai penguatan literasi bagi peserta didik. Lingkungan sekolah yang bersih dan kondusif juga dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung proses belajar mengajar.
Ansar Ahmad menilai, tren peningkatan IPM dari tahun 2024 hingga 2025 menjadi indikator bahwa arah pembangunan pendidikan di Kepri berjalan dengan baik.
Ia berharap capaian ini dapat terus dijaga dan ditingkatkan melalui kepemimpinan Kepala Sekolah yang berkualitas dan berintegritas.
Dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, Ansar Ahmad optimistis Kepri mampu mempertahankan bahkan meningkatkan peringkat IPM nasional, sekaligus mempersiapkan generasi muda yang siap bersaing di era global. ***














