TANJUNGPINANG – Progres pembangunan Jembatan Batam–Bintan menunjukkan perkembangan signifikan pada masa kepemimpinan Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura. Proyek konektivitas strategis ini terus didorong sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi regional.
Saat ini, penyusunan Detail Engineering Design (DED) jembatan tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2026. Infrastruktur ini direncanakan memiliki panjang total sekitar 7,6 kilometer yang akan menghubungkan Pulau Batam, Tanjungsauh, Buau, hingga Bintan.
Pemerintah pusat telah memberikan dukungan anggaran konstruksi sebesar Rp4,23 triliun untuk proyek strategis tersebut. Survei serta desain awal juga telah diselesaikan sebagai bagian dari tahapan perencanaan.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menilai kehadiran jembatan ini nantinya akan menjadi game changer bagi konektivitas antarwilayah di Kepri.
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mengawal proyek tersebut agar segera terealisasi.
“Capaian ini adalah hasil kolaborasi seluruh pihak. Kami berkomitmen terus mendorong program-program yang langsung bermanfaat bagi masyarakat, termasuk infrastruktur strategis seperti Jembatan Batam-Bintan,” tegas Ansar Ahmad, Jumat (20/2/2026).
Pembangunan Jembatan Batam–Bintan diproyeksikan mampu memperkuat arus barang dan mobilitas masyarakat antar pulau, sekaligus membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Meski demikian, proyek ini masih menghadapi tantangan berupa kebutuhan harmonisasi regulasi antarwilayah.
Pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan terkait terus melakukan koordinasi agar tahapan pembangunan berjalan lancar.
Dengan progres yang terus bergerak maju, kehadiran Jembatan Batam–Bintan diharapkan menjadi fondasi penting dalam memperkuat struktur ekonomi dan konektivitas wilayah Kepulauan Riau ke depan. ***














