TANJUNGPINANG – Program Kepri Terang yang digagas Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) terus menunjukkan hasil nyata. Hingga tahun 2025, rasio elektrifikasi di wilayah Kepri berhasil meningkat signifikan menjadi 99,21 persen.
Capaian ini meningkat pesat dibandingkan tahun 2021 yang masih berada di angka 94,50 persen. Program tersebut menjadi bagian penting dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pemerataan pembangunan hingga ke wilayah kepulauan.
Melalui Program Kepri Terang, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berhasil menambah sekitar 14.225 rumah tangga penerima manfaat hingga 2025.
Peningkatan rasio elektrifikasi ini tidak hanya memperluas akses listrik, tetapi juga membuka peluang peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai wilayah.
Program ini sekaligus mempertegas fokus pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga pemerataan layanan dasar bagi masyarakat.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menempatkan pemerataan energi sebagai bagian dari strategi besar penguatan konektivitas wilayah.
Upaya ini berjalan seiring dengan berbagai program infrastruktur lainnya yang terus digesa selama masa kepemimpinan Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura.
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menegaskan bahwa pembangunan harus menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
βCapaian ini adalah hasil kolaborasi seluruh pihak. Kami berkomitmen terus mendorong program-program yang langsung bermanfaat bagi masyarakat,β tegas Ansar Ahmad, Jumat (20/2/2026).
Dengan rasio elektrifikasi yang telah menembus 99,21 persen, Kepulauan Riau dinilai semakin mendekati target pemerataan energi di seluruh wilayah.
Ke depan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau akan terus memperluas jangkauan layanan listrik, terutama pada wilayah kepulauan dan daerah yang masih terbatas akses energinya.
Langkah ini diharapkan memperkuat fondasi Kepri sebagai provinsi maritim yang maju, makmur, dan merata. ***














