TANJUNGPINANG – Lomba Da’i Cilik dalam rangka Kepulauan Riau Ramadhan Fair (KURMA) 2026 menjadi ajang bergengsi bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan dakwah terbaik. Namun, tidak sedikit peserta yang gagal tampil maksimal karena melakukan kesalahan-kesalahan mendasar yang sebenarnya bisa dihindari sejak awal.
Memahami potensi kesalahan ini menjadi penting agar peserta dapat mempersiapkan diri lebih matang dan tampil percaya diri di atas panggung.
Terlalu Fokus Menghafal, Kurang Memahami
Salah satu kesalahan paling umum adalah peserta hanya menghafal teks tanpa benar-benar memahami isi materi dakwah. Akibatnya, penyampaian terdengar kaku dan kurang menyentuh.
Padahal, pemahaman materi menjadi salah satu aspek penting dalam penilaian. Peserta yang menguasai makna biasanya lebih tenang dan fleksibel saat tampil.
Intonasi dan Artikulasi Kurang Jelas
Teknik penyampaian seperti intonasi, ekspresi, dan artikulasi sering kali diabaikan. Beberapa peserta berbicara terlalu cepat, terlalu pelan, atau kurang jelas dalam pengucapan.
Hal ini dapat membuat pesan dakwah tidak tersampaikan dengan baik kepada juri maupun penonton.
Mental Panggung Belum Siap
Rasa gugup berlebihan juga menjadi faktor yang kerap menurunkan performa. Tanda-tandanya antara lain suara gemetar, lupa materi, hingga gerakan yang kaku.
Kurangnya latihan tampil di depan orang lain biasanya menjadi penyebab utama masalah ini.
Mengabaikan Adab dan Penampilan
Dalam lomba Da’i Cilik KURMA 2026, adab dan penampilan termasuk dalam kriteria penilaian. Kesalahan seperti pakaian kurang rapi, sikap tidak tenang, atau gestur berlebihan dapat memengaruhi penilaian juri.
Peserta perlu menunjukkan sikap santun, tenang, dan percaya diri selama berada di atas panggung.
Persiapan Terlalu Mendadak
Kesalahan terakhir yang sering terjadi adalah persiapan yang dilakukan terlalu mepet dengan hari penampilan. Akibatnya, peserta tidak memiliki cukup waktu untuk latihan, evaluasi, dan penguatan mental.
Persiapan sejak dini akan membantu peserta tampil lebih matang dan siap bersaing.
Dengan menghindari kesalahan-kesalahan tersebut, peserta diharapkan mampu memaksimalkan penampilan di Lomba Da’i Cilik KURMA 2026 dan menunjukkan kualitas dakwah terbaiknya. ***
















