GESER UNTUK BACA BERITA
TANJUNG PINANG

5.500 Wisatawan Mancanegara Terancam Hilang Setiap Hari

×

5.500 Wisatawan Mancanegara Terancam Hilang Setiap Hari

Sebarkan artikel ini
5.500 Wisatawan Mancanegara Terancam Hilang Setiap Hari
5.500 Wisatawan Mancanegara Terancam Hilang Setiap Hari. (Foto : Ky)

TANJUNGPINANG – Ancaman hilangnya 5.500 wisatawan mancanegara per hari menjadi dampak nyata dari konflik geopolitik global yang tengah berlangsung, khususnya di kawasan Timur Tengah.

Potensi kehilangan wisatawan mancanegara Indonesia ini diungkapkan Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, yang menyebut angka tersebut bisa terjadi jika situasi tidak segera dimitigasi.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Pemerintah memproyeksikan potensi kehilangan sekitar 5.500 wisatawan mancanegara per hari dengan potensi kehilangan devisa mencapai Rp184,8 miliar per hari jika situasi ini tidak dimitigasi dengan baik,” ujar Airlangga, dalam webinar Tourism Under Fire yang digelar Ikatan Alumni NHI Bandung, Senin (16/3/2026).

Menurut Airlangga, konflik yang melibatkan kawasan Timur Tengah berdampak langsung pada konektivitas penerbangan internasional, yang menjadi jalur utama mobilitas wisatawan menuju Indonesia.

Sejumlah maskapai bahkan mulai menyesuaikan rute penerbangan dengan menghindari wilayah udara tertentu, sehingga berdampak pada durasi perjalanan yang lebih panjang serta peningkatan biaya operasional.

Kondisi ini berpotensi menurunkan minat wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia, terutama dari kawasan Eropa, Timur Tengah, dan Amerika yang selama ini menjadi kontributor penting bagi sektor pariwisata.

Selain berdampak pada jumlah kunjungan, penurunan wisatawan juga berpotensi menekan penerimaan devisa negara dari sektor pariwisata.

Diperkirakan, potensi kerugian ekonomi akibat kondisi ini mencapai hingga Rp184,8 miliar per hari, yang tidak hanya dirasakan oleh sektor pariwisata, tetapi juga sektor pendukung seperti perhotelan, restoran, transportasi wisata, hingga pelaku UMKM.

Sementara itu, Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Pariwisata, menegaskan bahwa sektor pariwisata sangat bergantung pada kelancaran mobilitas antarnegara.

“Pariwisata pada hakikatnya sangat bergantung pada kelancaran mobilitas antarnegara. Ketika mobilitas tersebut terganggu, baik karena faktor logistik, ekonomi maupun geopolitik, maka sektor pariwisata juga akan terdampak,” jelas Widiyanti Putri Wardhana.

Di tengah ancaman tersebut, pemerintah terus mendorong berbagai langkah strategis untuk menjaga daya tahan sektor pariwisata nasional.

Beberapa langkah yang disiapkan antara lain penguatan pasar domestik, perluasan kebijakan bebas visa, serta pemberian stimulus transportasi menjelang libur Lebaran.

Langkah ini diharapkan mampu menahan dampak penurunan kunjungan wisatawan mancanegara serta menjaga stabilitas sektor pariwisata di tengah tekanan global. ***

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100