GESER UNTUK BACA BERITA
TANJUNG PINANG

Monumen Bahasa di Penyengat Segera Dibangun, Ditargetkan Rampung 2 Tahun

×

Monumen Bahasa di Penyengat Segera Dibangun, Ditargetkan Rampung 2 Tahun

Sebarkan artikel ini
Monumen Bahasa di Penyengat Segera Dibangun, Ditargetkan Rampung 2 Tahun
Monumen Bahasa di Penyengat Segera Dibangun, Ditargetkan Rampung 2 Tahun. (Foto : Jlu)

TANJUNGPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berencana membangun Monumen Bahasa di Pulau Penyengat yang akan mulai dikerjakan tahun ini dan ditargetkan rampung dalam waktu dua tahun, sebagaimana disampaikan Gubernur Ansar Ahmad saat menghadiri kegiatan di pulau tersebut, Sabtu, 28 Maret 2026.

Rencana pembangunan Monumen Bahasa ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengangkat nilai sejarah Pulau Penyengat sebagai salah satu pusat penting dalam perkembangan Bahasa Indonesia.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menjelaskan bahwa monumen tersebut akan menjadi simbol penghormatan terhadap akar sejarah bahasa persatuan yang memiliki keterkaitan erat dengan Pulau Penyengat.

Ia menyampaikan bahwa keberadaan monumen ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya menjaga dan merawat bahasa sebagai identitas bangsa.

β€œMonumen Bahasa ini akan menjadi bukti nyata bahwa Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan memiliki akar sejarah dari Pulau Penyengat,” ujar Ansar.

Menurutnya, pembangunan monumen tidak hanya berfungsi sebagai penanda sejarah, tetapi juga sebagai jembatan lintas generasi dalam memahami perjalanan bahasa Indonesia.

Ansar menambahkan bahwa proyek ini ditargetkan selesai dalam waktu dua tahun sejak dimulainya pembangunan, dengan harapan dapat segera dimanfaatkan sebagai sarana edukasi sekaligus daya tarik wisata.

Ia juga menilai bahwa keberadaan monumen tersebut akan memperkuat posisi Pulau Penyengat sebagai kawasan bersejarah yang memiliki nilai budaya tinggi di Kepulauan Riau.

Selain sebagai simbol sejarah, monumen ini diharapkan mampu menjadi ruang publik yang edukatif, sehingga masyarakat tidak hanya mengenal sejarah secara tekstual, tetapi juga melalui pengalaman langsung.

Rencana pembangunan ini sebelumnya disampaikan dalam rangkaian kegiatan masyarakat, termasuk dalam suasana perayaan Idul Fitri yang berlangsung di Pulau Penyengat. ***

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100