TANJUNGPINANG (SK) — Banyak masyarakat mengeluh dikarenakan perilaku Perawat RSUP yang tidak etis dan memperlihatkan bobroknya kinerja yang selama ini dibicarakan masyarakat Kepri.
“Yaa Allah, disaat banyaknya pasien seperti ini, masih sempat-sempatnya perawat disini foto-foto dan sambil tertawa terbahak-bahak,” kata Fasial saat sedang berkunjung di RSUP Kepri, melihat tetanganya yang sedang dirawat inap, di ruangan Dahlia, Lantai 5, Sabtu, (18/06/2016), Pukul 19.30 WIB.
Ternyata memang benar apa yang sudah dibicarakan oleh masyarakat, dikatakan Faisal, disini dia melihat langsung dengan mata kepalanya sendiri, perilaku suster dan perawat yang saat bertugas.
“Saya melihat kelakuan suster disini, jadi semakin yakin dengan pelayanan yang tidak bagus disini,” katanya.
Sebenarnya pelayanannya memang sudah seperti itu mas dari dulu, lanjut temannya Faisal. Lihat saja yang bekerja hanyak anak-anak sekolah yang sedang magang.
“Sedangkan pegawainya asik berleha-leha dan foto-foto sambil tertawa, seperti di kedai kopi saja,” ucapnya.
Selain itu, Eka, yang sedang menjaga keluarganya yang sedang di rawat inap, juga mengeluhkan pelayanan RSUP yang berada di Kilo Meter 8 Tanjungpinang tersebut. Dikatakannya saat keluarganya sakit, yang dirawat inap di ruangan Dahlia Lantai 5, suster dan perawat yang sedang bertugas disana, jika tidak dihampiri untuk menggantikan infus dan memeriksa keadaan pasien juga tidak datang.
“Seperti tidak ada pelayan yang profesional di rumah sakit itu,” kata Eka, yang sedang melihat petugas RSUP yang sedang foto selfi-an.
Kemarin, lanjutnya, dia sudah menuliskan keluhan dikotak saran. Namun pelayananya juga tidak diperbaiki sampai saat ini.
“Jadi dengan siapa lagi kami mengadukan tentang pelayanan yang tidak semestinya dilakukan seperti itu.? Kami sebagai masyarakat, hanya berharap pemerintah mau mengambil tindakan tegas, demi kenyamanan pasien yang mengunakan jasa di RSUP, karena rumah sakit tersebut, satu-satunya rumah sakit yang terlengkap fasilitasnya,” harapnya.
Sementara itu, terkait dengan hal ini, dari pihak RSUP belum dapat dikonfirmasi. (SK-RA)









