Ternyata, Kasus Siswa SMAN 4 Dikeluarkan Juga Terjadi Sebelumnya

oleh -70 views
SMAN 4 Tanjungpinang. (Foto : Ist)

Ternyata, Kasus Siswa SMAN 4 Dikeluarkan Juga Terjadi Sebelumnya

  • DPRD Kepri Prihatin dan Janji Akan Turun ke Sekolah.

SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Kasus tiga siswa SMAN 4 Tanjungpinang dikeluarkan dari sekolah, belum lama ini, ternyata bukan yang pertama. Kejadian serupa juga dilakukan manajemen SMAN 4, sekitar dua bulan yang lalu.

”Ternyata, bukan anak kami saja yang dikeluarkan. Tapi, kasus serupa juga terjadi dua bulan yang lalu. Korbannya, siswa kelas 10 dan 11. Kami ketahui hal ini dari pengaduan salah seorang orang tua siswa, yang mengaku senasib dengan kami,” ujar ibu salah satu siswa yang dikeluarkan, enggan namanya dipublikasikan, Kamis, (9/1/2020).

Wanita ini melanjutkan, selain informasi dari orang tuanya, ia mengetahuinya dari papan pengumuman yang ada di sekolah. Secara jelas, ada dituliskan beberapa siswa dikeluarkan karena melakukan pelanggaran tata tertib sekolah.

”Jadi, bukan tiga siswa saja yang telah dikeluarkan. Tapi, masih ada siswa lainnya. Sungguh, keputusan berlebihan yang dilakukan manajemen SMAN 4,” katanya.

Wanita ini mengaku heran, mengapa Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Provinsi Kepri, sama sekali tidak ambil pusing menyikapi hal ini. Seharusnya, komisi tersebut turun, melakukan pendampingan untuk melindungi hak anak mendapatkan pendidikan.

”Saya heran, Komisi Perlindungan Anak kok dia saja. Minimal, lembaga tersebut turun,” katanya.

Sementara, beredarnya informasi beberapa siswa SMAN 4 dikeluarkan, sampai ke lembaga DPRD Provinsi Kepri. Anggota DPRD Kepri utusan PKS, Hanafi Ekra, mengatakan, pihaknya prihatin dan sedih, atas kejadian siswa SMAN 4 yang dikeluarkan ini.

”Kita belum mengetahui apa sebenarnya yang terjadi, hingga pihak sekolah nekat mengeluarkan beberapa siswanya. Kita sangat prihatin dan sedih mendengarnya,” kata Hanafi Ekra.

Terus terang, katanya, DPRD Provinsi Kepri, tidak akan tinggal diam dengan kejadian ini. Hanafi berujar, ia akan laporkan ke komisi DPRD Kepri. Biasanya, akan ada kunjungan anggota dewan untuk mengetahui penyebabnya.

”DPRD Kepri akan turun ke SMAN 4, untuk minta penjelasan pihak sekolah. Seharusnya, kejadian ini tidak terjadi. Kita prihatin sekali dengan kejadian ini,” katanya.

Terpisah, Direktur Eksklusif LSM Gerakan Pelestarian Alam dan Lingkungan Hidup (Gapalih) Kepri, Juprianto, mengatakan, sekolah adalah pusat dari kontruksi dan reproduksi pengetahuan terpenting dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

”Sekolah menjadi tumpuan utama bagi kita dalam menjalankan kewajiban, menjalankan pemenuhan hak atas pendidikan warga. Selain hak menjalankan amanah institusi, juga bagian dari pemenuhan HAM,” kata Juprianto.

Perlu dipahami, dalam konsep pendidikan nasional, istilah Hak Asasi Manusia (HAM) sudah dikenal. Pada pasal 4 ayat 1 UU no 20 tahun 2003, mengatakan, pendidikan diselenggarakan secara demokratis, dan berkeadilan, serta tidak diskriminatif dalam menjunjung tinggi nilai keagamaan, kultural dan kemajemukan bangsa. (tim)

BACA JUGA :

Click to rate this post!
[Total: 5 Average: 4.8]
banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400