Sindikat Curi Kapal Asing Dibekuk, Polisi Sita Senjata Rakitan dan Empat Paket Narkotika
KARIMUN – Aksi pencurian spare part kapal asing di perairan internasional Selat Philip, Kabupaten Karimun, dibongkar Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Kepri. Dalam penangkapan tersebut, polisi mendapati para pelaku tidak hanya membawa barang hasil curian, tapi juga menyimpan senjata rakitan jenis air gun serta paket narkoba.
Kasus ini bermula dari laporan International Maritime Bureau (IMB) yang menyebut maraknya pencurian kapal di wilayah perairan Kepri. Menyikapi laporan itu, Ditpolairud langsung bergerak dan menghentikan sebuah speed boat mencurigakan pada Rabu dini hari, 8 Juli 2025, sekitar pukul 01.30 WIB di Perairan Batu Cula, Karimun.
Sebanyak delapan orang langsung diamankan di lokasi dengan inisial S, I, R, RH, Z, SD, MI, dan LA. Mereka berperan sebagai tekong, eksekutor naik ke kapal, dan pengatur tali. Dari hasil interogasi, para pelaku mengaku telah melakukan pencurian sejak 2017, dan setiap aksinya bisa menghasilkan keuntungan Rp40 juta hingga Rp100 juta.
Barang bukti awal yang diamankan: 1 unit speed boat mesin Yamaha 75PK, Karung berisi 20 spare part kapal, Tang, pisau, obeng, gala pengait, kunci inggris, dan 4 unit handphone.
Pengembangan kasus mengarah pada tiga pelaku tambahan, inisial P, FRM, dan A alias SA yang bertindak sebagai penampung dan pengirim hasil curian ke Jakarta melalui Batam.
Dalam penggeledahan gudang dan rumah pelaku ditemukan: 5 dus spare part kapal siap kirim, 4 paket narkoba, Senjata rakitan air gun, dua headgun, serta gerinda listrik, 3 handphone dan peralatan teknik lainnya.
Dengan tambahan itu, total pelaku yang berhasil diamankan sebanyak 10 orang, sedangkan dua lainnya berinisial J dan O masih buron dan masuk dalam DPO Polda Kepri.
Dalam konferensi pers di Mako Ditpolairud Polda Kepri, Sekupang, Batam, Senin (14/7/2025), Dir Polairud Polda Kepri, Kombes Pol Handono Subiakto menyampaikan bahwa untuk menghadapi kejahatan laut lintas negara, Polda Kepri akan menjalin kerja sama dengan pihak keamanan Singapura.
“Kami akan pertukaran informasi dengan otoritas keamanan Singapura karena kapal-kapal yang disasar sindikat ini merupakan kapal asing di Selat Malaka,” ujar Kombes Handono.
Polda Kepri menegaskan komitmennya menjaga keamanan perairan dari aksi kriminal lintas negara yang mengancam stabilitas pelayaran internasional. ***














