GESER UNTUK BACA BERITA
BERITA TERKINIJABODETABEK

Fahri Hamzah : Kekalahan PKS Dalam Pilkada Serentak “SANGAT TRAGIS”

×

Fahri Hamzah : Kekalahan PKS Dalam Pilkada Serentak “SANGAT TRAGIS”

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah. (Foto : M Amin)

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Malas Baca, Tekan Ini”]

Fahri Hamzah : Kekalahan PKS Dalam Pilkada Serentak “SANGAT TRAGIS”

SIJORIKEPRI.COM, BEKASI — Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, menilai, kekalahan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), di sejumlah daerah, terutama hampir di seluruh pulau Jawa pada Pilkada serentak 2018,  sebuah hal tragis.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Ada missed management, hampir kalah di seluruh Pulau Jawa. Seperti Jawa Tengah dan Jawa Barat sendiri, ini sangat memalukan,” ungkap Fahri Hamzah, usai acara Ngopi Bareng Fahri, yang berlangsung di Mega City Hypermal, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Jumat malam, (13/07/2018).

Menurutnya, ketika keadaan sulit, saat itu LHI selaku Presiden PKS, ditangkap KPK. Tetapi PKS mampu untuk survive, dan menang di beberapa daerah, seperti Sumatera Barat, Maluku Utara, dan  Sumatera Utara.

“Kemenangan PKS di beberapa daerah saat keadaan sulit, tetapi sekarang hilang begitu saja, ketika PKS dalam keadaan baik,” ujarnya.

Untuk itu, papar Fahri, PKS perlu revolusi rasionalitas, berpikir lebih down out dan jangan terdistorsi dari realitas, karena ini yang terjadi sekarang di dalam tubuh PKS.

Dikatakan, ada kebijakan PKS menyuruh semua kadernya yang maju dalam Pileg 2019, untuk menandatangani surat pengunduran diri, yang disodorkan kepada calon. Hal itu, jelasnya, menunjukkan kemunduran dalam cara berpikir dan berorganisasi.

“Apa yang dilakukan PKS saat ini dalam demokerasi, adalah suatu penghianatan kepada suara rakyat,” ucapnya.

Karena lanjut dia, terpilihnya seseorang di daerah pemilihannya, itu karena memiliki kapasitas. Tetapi ketika ia mulai duduk di lembaga legislatif, mulai kritis, maka akan diminta mundur. Tentu rakyat yang memilih akan merasa haknya dirampas untuk punya wakil yang bisa diandalkan.

“Dan itu yang terjadi pada saya. Apa yang dilakukan PKS, seperti menghina rasionalitas. Dimana dilakukan secara telanjang, meminta kader mundur tanpa paksaan,” pungkas singa parlemen ini, seraya mengatakan ketentuan itu bisa berkembang ke Kepala Daerah dan Presiden. (mm)

 

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100