Sijori Kepri, Bintan — Dunia pariwisata di Kepri mulai menggeliat, setelah 2 (dua) tahun dihantam pandemi Covid-19. Angka kedatangan Wistawan Mancanegara (Wisman) dalam waktu hampir 3 (tiga) bulan ini sudah mencapai 1.686 Wisman Datang ke Bintan.
Wisman dari beberapa negara itu mulai datang ke Kepri, seiring dengan dilonggarkannya aturan masuk bagi wisatawan ke Kepri, meski angka kedatangan belum begitu tinggi.
Wisman yang datang juga masih didominasi dari Singapura, yamg mulai masuk untuk menikmati wisata di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.
Kunjungan Wisman tersebut menjadi tanda pariwisata segera pulih. Perputaran ekonomi pun untuk para pelaku wisata segera aktif.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Buralimar, berharap angka kedatangan akan lebih ramai lagi.
Apalagi persyaratan perjalanan dari Singapura ke Indonesia telah dilonggarkan lagi. Wisman dari Singapura diperbolehkan menggunakan hasil tes negatif antigen sebagai syarat sebelum keberangkatan.
Ketentuan itu berdasarkan Addendum Surat Edaran (SE) Kasatgas Covid-19 Nomor 17 Tahun 2022, yang dikeluarkan pada tanggal 19 April 2022.
“Semoga pengelola pelabuhan dan petugas di pelabuhan di Kepri sudah siap semua,” harap Buralimar.
Dijelaskan, dalam Addendum SE Kasatgas 17/2022, bahwa hasil tes Antigen sebagai syarat keberangkatan hanya berlaku jika wisman telah menetap minimal 14 hari di Singapura dan setidaknya telah menerima 2 (dua) dosis vaksin Covid-19.
Dengan adanya perubahan aturan terbaru ini, maka Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) dari Singapura ke Kepri tidak wajib lagi menjalani tes Covid-19 dan karantina setibanya di pintu masuk Indonesia.
Selain itu, syarat telah mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, memasang dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi, melampirkan hasil tes Antigen ataupun RT-PCR yang diambil sebelum keberangkatan.
Menunjukkan sertifikat vaksin, dimana dosis keduanya disuntik minimal 14 hari sebelum keberangkatan.
“Selanjutnya, melampirkan bukti kepemilikan asuransi kesehatan, yang mencakup penanganan Covid-19 dan tidak memiliki gejala Covid-19 dan suhu tubuh harus di bawah 37,5 derajat celcius,” jelas Buralimar.
Terpisah, Manager di Kelong Bintan Black Coral di Teluk Bakau, Kabupaten Bintan, Lucky Fernando, mengatakan, saat ini wisata bahari menjadi pilihan berlibur Wisman terutama di Kabupaten Bintan. Dan salah satu tempat yang menjadi tujuan wisata adalah penginapan di atas laut atau disebut Kelong.
“Semenjak border buka, sudah ada turis-turis datang ke sini. Ada 4 (empat) dari Singapura, India dan satu China Singapura,” kata Lucky Fernando.
Kepada wartawan, Lucky juga meyebutkan, Wisman tersebut datang dan memesan penginapan dari guide hotel dan langsung ke Bintan Black Coral. Aktivitas yang dinikmati, yakni menyelam atau snorkeling.
“Ada yang menginap sampai 6 (enam) malam. Biasanya Wisman menginap hanya 2 (tiga) hari 2 (dua) malam. Kalau wisatawan lokal satu malam saja menginapnya,” ujar Lucky.
Untuk tarif turis dikenakan biaya Rp 500 ribu hingga Rp700 ribu per orang per malam. Sedangkan paket komplit mulai dari penjemputan, menginap, makan dan menyelam mulai dari Rp 1,2 juta per orang.
”Sudah banyak masuk reservasi wisman untuk beberapa minggu ke depan,” ungkap Lucky.
Sementara itu, General Manager (GM) PT Bintan Resort Cakrawala (BRC), Abdul Wahab, menjelaskan, dari Pelabuhan Bandar Bentan Telani (BBT) Lagoi, sejak tanggal 25 Februari 2022 hingga 19 April 2022, ada 1.686 wisatawan mancanegara yang telah masuk ke Bintan.
“Bulan Februari ada 41 orang, Maret ada 365 orang, dan sementara bulan April ada 1.280 kedatangan,” jelas Abdul Wahab. (Red)














