GESER UNTUK BACA BERITA
KARIMUN

Kronologi Pria Jatuh dari Kapal Karunia Jaya di Perairan Karimun

×

Kronologi Pria Jatuh dari Kapal Karunia Jaya di Perairan Karimun

Sebarkan artikel ini
Kronologi Pria Jatuh dari Kapal Karunia Jaya di Perairan Karimun
Kronologi Pria Jatuh dari Kapal Karunia Jaya di Perairan Karimun. (Foto : Basarnas)

TANJUNG BALAI KARIMUN – Insiden jatuhnya seorang pria dari Kapal Karunia Jaya di perairan depan Coastal Area Tanjung Balai Karimun bermula saat kapal baru saja meninggalkan Pulau Parit pada Kamis (5/3/2026) dini hari.

Korban diketahui bernama Suwandi alias Ationg (42) yang dilaporkan terjatuh ke laut sekitar pukul 00.15 WIB.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, Fazzli, mengatakan saat kejadian korban berada di dek atas kapal bersama sejumlah rekannya.

β€œKorban saat itu berada di dek kapal bersama delapan orang rekannya. Ketika kapal baru saja meninggalkan Pulau Parit dalam kondisi cuaca gerimis, korban yang hendak masuk ke dalam kapal diduga terpeleset dan jatuh ke laut,” ujar Fazzli, Minggu (8/3/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal Karunia Jaya saat itu baru saja berangkat dari Pulau Parit.

Korban yang berada di bagian dek atas kapal diduga terpeleset ketika hendak masuk ke dalam kapal.

Akibatnya, korban jatuh ke laut pada koordinat 00Β°59.100’ N – 103Β°26.166’ E.

Peristiwa tersebut kemudian segera dilaporkan kepada Pos SAR Tanjung Balai Karimun yang berjarak sekitar 3,5 mil laut dari lokasi kejadian.

Setelah menerima laporan, Tim SAR Gabungan langsung dikerahkan menuju lokasi untuk melakukan pencarian terhadap korban.

Setelah empat hari pencarian, korban akhirnya ditemukan pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 10.55 WIB.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan belakang Pulau Merak pada koordinat 0Β°59.316’ N – 103Β°21.703’ E atau sekitar 4,5 mil laut dari lokasi kejadian.

β€œKorban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Muhammad Sani Karimun,” kata Fazzli.

Dengan ditemukannya korban, Tim SAR Gabungan kemudian melaksanakan debriefing dan mengusulkan penutupan operasi pencarian.

Operasi SAR tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas, TNI AL, Polairud, KPLP, agen kapal Karunia Jaya, serta nelayan setempat yang turut membantu proses pencarian. ***

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100