– Di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
TANJUNGPINANG (SK) — Gubernur Kepri Dr H Nurdin Basirun S.Sos M.Si mengatakan, bahwa lepasnya Gelar Juara Umum di tangan Provinsi Kepri pada MTQ Nasional Ke XXVI 2016, di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), salah satunya disebabkan oleh sistem pendaftaran awal yang menggunakan pendaftaran online secara mendadak dan waktunya mendadak.
“Lepasnya Gelar Juara Umum di tangan Provinsi Kepri pada MTQ Nasional Ke XXVI 2016, disebabkan sistem pendaftaran peserta secara online dan waktunya mendadak. Dimana waktu itu ada anak pulau, pulau di kampung saya yang umurnya cukup, namun tidak bisa ikut. Tahu sendirilah di kampung untuk membuat Akta Kelahiran aja susah, dan ada juga kalifah kita yang di ambil daerah lain,” kata Nurdin, usai Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kepri terhadap RPJMD Kepri, di Gedung Rapat Kantor DPRD Provinsi Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Senin, (08/08/2016).
Selain itu, kata Nurdin, peserta dari Provinsi Kepri yang dikirim ke MTQ Nasional jumlahnya hanya 30 peserta, sedangkan dari Provinsi lain 44 peserta.
“Peserta kita pada MTQ juga sedikit, hanya 30 peserta yang ikut. Sedangkan yang lain 44 peserta. Ada peserta dari kita yang tidak bisa ikut karena umurnya sudah lewat dan sudah menjadi juara umum beberapa kali, sehingga mereka tidak bisa ikut. Saya rasa kalau jumlah peserta MTQ kita sama, kita juga kuat,” katanya lagi.
MTQ merupakan ajang yang bergengsi di dalam segi agama maupun sosial. Dimana dalam ajang MTQ terlahir bibit-bibit yang unggul dalam pembacaan Al-Qur’an. Sehingga dapat bersaing dari tingkat kota maupun nasional, dalam membaca Al-Qur’an. (SK-Zul/C)













