KABUPATEN LINGGA – Gasing merupakan permainan tradisional yang masih dilestarikan di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri). Selain menjadi hiburan, permainan ini juga memiliki unsur seni dan ketangkasan yang memerlukan teknik khusus dalam memainkannya.
Di Lingga, terdapat empat jenis Gasing, yaitu Gasing Peraje, Gasing Jantan, Gasing Betine, dan Gasing Jantung. Masing-masing memiliki cara bermain dan teknik berbeda yang menarik untuk diketahui.
1️⃣ Gasing Peraje – Teknik Adu Putaran (Uri)
🔹 Fungsi: Untuk adu ketahanan putaran (uri).
🔹 Teknik bermain:
- Pemain harus melilitkan tali secara rapi dan kuat pada badan Gasing.
- Tali ditarik dengan tenaga yang terkontrol agar Gasing berputar stabil di atas permukaan datar.
- Pemenangnya ditentukan berdasarkan Gasing yang berputar paling lama.
2️⃣ Gasing Jantan – Teknik Memukul Lawan
🔹 Fungsi: Sebagai pemukul dalam permainan Gasing adu ketangkasan.
🔹 Teknik bermain:
- Pemain harus memutar Gasing Jantan lebih dahulu dengan lilitan tali yang kuat.
- Setelah Gasing lawan berputar, pemain harus melesatkan Gasing Jantan dengan tepat sasaran untuk menghentikan atau menjatuhkan Gasing lawan.
- Pemenang ditentukan dari keberhasilan dalam memukul lawan atau membuatnya berhenti berputar lebih cepat.
3️⃣ Gasing Betine – Teknik Memasang Gasing
🔹 Fungsi: Sebagai Gasing pemasang dalam permainan tertentu.
🔹 Teknik bermain:
- Gasing Betine diputar dengan lilitan tali standar.
- Gasing ini biasanya digunakan untuk memulai permainan dan menentukan giliran pemain dalam beberapa aturan permainan.
4️⃣ Gasing Jantung – Teknik Putaran Khas
🔹 Fungsi: Gasing unik dengan bentuk khas, dimainkan dalam variasi permainan.
🔹 Teknik bermain:
- Pemain melilitkan tali dengan pola yang lebih kencang di bagian bawah agar putaran lebih stabil.
- Setelah dilempar, pemain bisa mengontrol arah dan posisi putaran dengan teknik khusus.
Keterampilan dalam Bermain Gasing
✔ Keseimbangan tangan saat melepaskan Gasing sangat penting.
✔ Kekuatan tarik tali menentukan kecepatan dan kestabilan putaran.
✔ Ketepatan dalam memukul Gasing lawan adalah kunci kemenangan dalam adu ketangkasan.
Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Lingga, Azmi, mengapresiasi upaya pelestarian permainan ini.
“Gasing adalah budaya yang harus terus diperkenalkan kepada generasi muda. Selain menghibur, permainan ini juga mengajarkan ketangkasan dan strategi,” ungkapnya.
Dengan memahami teknik dan cara bermain, diharapkan Gasing tetap lestari sebagai bagian dari warisan budaya masyarakat Melayu di Kepulauan Riau. ***








