GESER UNTUK BACA BERITA
LINGGA

Sembako dan Tambang Rakyat Mendapat Perhatian Serius DPRD Lingga

×

Sembako dan Tambang Rakyat Mendapat Perhatian Serius DPRD Lingga

Sebarkan artikel ini

LINGGA (SK) — Tambang Inkonvensional (TI) dan Sembako khususnya beras menjadi perhatian serius oleh DPRD Kabupaten Lingga, kedua persoalan tersebut menjadi kebutuhan masyarakat di Lingga. Menyikapi hal ini, saat berkesempatan bertemu dengan anggota Komisi VI DPR RI di Kota Batam, Selasa (28/4/2015) anggota DPRD Lingga mengadukan persoalan ini guna mencari solusi.

“Dalam pertemuan tersebut enam anggota DPR RI berjanji akan menyampaikan persoalan yang terjadi di Kabupaten Lingga. Dan hal tersebut akan disampaikan kepada Kementerian Perindustrian dan Kementerian Pertambangan untuk mendapatkan solusi,” ujar Nizar, Ketua DPRD Lingga kepada wartawan, Rabu (29/4/2015) kemarin.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Dilkatakannya, mengenai TI untuk menjual timah dari hasil kerja sebagian masyarakat Lingga, yang saat ini sulit karena pihak kepolisian telah menangkap oknum penampung hasil tambang timah di Lingga, sehingga tidak ada yang berani manampung timah lagi. Selain itu harga beras di Kota Dabo Singkep cukup mahal, tentu saja persoalan ini harus dapat diselesaikan oleh pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

“Jika pemerintah tidak dengan cepat mencari solusi untuk persoalan ini dikhawatirkan akan memicu tindak kriminal di Lingga, bisa saja masyarakat akan berbuat apa saja untuk mencari uang untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Kami juga minta anggota DPR RI untuk dapat memfasilitasi bertemu dengan Menteri Perindustrian dan Menteri Pertambangan,” ungkapnya.

Pertemuan dengan anggota Komisi VI DPR RI, dihadari seluruh ketua komisi DPRD Lingga, selain itu juga hadir Syamsul Bahrum Asisten II Pemprov Kepri.

“Syamsul Bahrum, mengaku, telah mengkonsep surat permintaan jadwal dengan Menteri Perindustrian untuk bertemu dengan Gubernur Kepri dan bupati/walikota Se Kepri, untuk membicarakan kebijakan impor beras, karena bukan hanya Lingga namun kabupaten lainnya yang di Kepri juga mengalami hal yang sama, dengan adanya larangan impor beras tersebut,” imbuh Nizar. (SK-Pus)

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100