GESER UNTUK BACA BERITA
KEPRITANJUNG PINANG

Monev KIP 2025 di Kepri: Ada 6 Kelompok Penilaian dan Ratusan Pertanyaan SAQ

×

Monev KIP 2025 di Kepri: Ada 6 Kelompok Penilaian dan Ratusan Pertanyaan SAQ

Sebarkan artikel ini
Monev KIP 2025 di Kepri, Ada 6 Kelompok Penilaian dan Ratusan Pertanyaan SAQ
Monev KIP 2025 di Kepri, Ada 6 Kelompok Penilaian dan Ratusan Pertanyaan SAQ. (Foto : Ist)

TANJUNGPINANG – Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik (KIP) 2025 di Kepulauan Riau (Kepri) tidak hanya melibatkan ratusan badan publik, tetapi juga dilakukan dengan mekanisme yang detail.

Tahun ini, penilaian Monev dibagi ke dalam enam kelompok besar, dengan pengisian Self Assessment Questionnaire (SAQ) berisi ratusan pertanyaan yang wajib dijawab setiap badan publik.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Koordinator Monev 2025, Encik Afrizal, menjelaskan keenam kelompok yang menjadi objek penilaian, yaitu: lembaga vertikal tingkat provinsi, lembaga vertikal tingkat kabupaten/kota, pemerintahan kabupaten/kota, perangkat daerah tingkat provinsi, perguruan tinggi, serta partai politik yang memiliki kursi di DPRD Kepri.

“Setiap kelompok akan melalui tahapan pengisian SAQ yang terdiri dari ratusan pertanyaan dengan nilai tertentu. Pertanyaan tersebut dikelompokkan dalam enam aspek, yakni kualitas informasi, jenis informasi, sarana dan prasarana, komitmen organisasi, digitalisasi, serta pelayanan informasi,” jelas Afrizal, Selasa (26/8/2025).

SAQ yang diisi badan publik wajib dilengkapi dengan dokumen pendukung atau foto sebagai bukti validasi. Hasil penilaian ini akan menentukan apakah sebuah badan publik masuk kategori “informatif” atau belum.

Bagi yang lolos kategori informatif, proses berlanjut ke tahap kedua berupa visitasi atau presentasi.

Tahap ini menguji kesesuaian data dengan kondisi lapangan, pemahaman PPID mengenai tata kelola layanan informasi, serta komitmen lembaga terhadap keterbukaan informasi publik.

Ketua KI Kepri, Arison, menegaskan bahwa kehadiran pimpinan tertinggi dalam tahap visitasi akan mendapat nilai tambah.

“Hal ini menjadi bukti nyata komitmen pimpinan terhadap keterbukaan informasi publik,” ungkapnya.

Meski ada sistem rangking bagi badan publik, Arison menekankan bahwa hal terpenting dari Monev adalah bagaimana badan publik mampu masuk dalam kategori informatif.

“Kalau dulu ada yang kurang atau tidak informatif, tahun ini harus meningkat. Minimal menuju informatif, bahkan kalau bisa semuanya informatif,” ujarnya. ***

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100